3 mnt baca (541 kata)
| |
INDUSTRI IT 14 August 2026, 06:40 WIB

Ribuan Buruh Bersatu, Bukan Cuma Minta Naik Gaji dan Bonus

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Ribuan Buruh Bersatu, Bukan Cuma Minta Naik Gaji dan Bonus
Ribuan Buruh Bersatu, Bukan Cuma Minta Naik Gaji dan Bonus

SK Hynix menghadapi gejolak tenaga kerja dengan peluncuran serikat buruh baru. Begini tuntutan pekerja. Simak!

Iklan Sponsor / Advertisement
Para peserta menghadiri unjuk rasa Hari Buruh yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Korea (KCTU), pada Hari Buruh pertama sejak menjadi hari libur nasional resmi, di Seoul, Korea Selatan, Jumat (1/5/2026). (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Foto: Kim Soo-hyeon

Jakarta, CNBC Indonesia - Gejolak tenaga kerja melanda raksasa pembuat chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix. Para pekerja resmi meluncurkan serikat buruh baru pada Kamis (13/8) waktu setempat, demi menyatukan barisan karyawan dari berbagai divisi dan lokasi untuk memperkuat daya tawar di hadapan manajemen.

Langkah ini diambil di tengah panasnya perundingan gaji tahunan. Perselisihan memuncak justru setelah SK Hynix mencetak rekor laba kuartalan yang fantastis, ditopang melonjaknya permintaan global akan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Mengutip situs resminya, hampir 2.500 pekerja SK Hynix telah terdaftar dalam serikat baru ini usai mengantongi izin dari pemerintah setempat. SK Hynix sendiri mempekerjakan sekitar 35.000 karyawan di Korea Selatan.

Berbeda dengan serikat pekerja lama yang terkotak-kotak berdasarkan jenis pekerjaan atau lokasi pabrik, serikat baru ini mewakili seluruh jajaran karyawan SK Hynix, mulai dari buruh pabrik di Icheon dan Cheongju, hingga staf teknis dan perkantoran.

Target jangka pendek mereka tak main-main, yakni menggaet lebih dari 50% total tenaga kerja perusahaan agar sah menjadi serikat mayoritas dan memegang kendali penuh atas arah negosiasi dengan manajemen.

Berebut Kendali Atas Bonus Laba

Pemicu utama perselisihan ini berakar dari perubahan skema bonus:

  • Kesepakatan Awal: Tahun lalu, SK Hynix sepakat mengalokasikan 10% dari laba operasional tahunan sebagai bonus tunai bagi karyawan dengan masa berlaku perjanjian 10 tahun.
  • Usulan Baru: Tahun ini, manajemen mendadak mengusulkan pembayaran sebagian besar bonus dalam bentuk saham, bukan uang tunai. Langkah ini mengekor kebijakan rival sengit mereka, Samsung Electronics.
  • Profesor Hukum Jaminan Sosial dari Korea University's School of Law, Park Ji-soon, menilai kehadiran serikat baru ini bakal memicu persaingan sengit antar-serikat dalam memburu anggota. Status serikat mayoritas merupakan kunci utama untuk menguasai perundingan kolektif.

    "Peralihan ke bonus berbasis saham juga berpotensi memicu tuntutan baru dari pekerja, seperti fasilitas pinjaman perumahan yang setara dengan yang dinikmati karyawan Samsung Electronics," ujar Park Ji-soon.

    Di sisi lain, Profesor Manajemen Sogang University, Kim Yong-jin, menilai kekhawatiran pekerja atas kompensasi saham sangat beralasan mengingat tingginya volatilitas pasar saham Korea Selatan. Kendati demikian, ia mencatat bahwa bonus berbasis ekuitas sebetulnya sudah menjadi praktik lumrah di Amerika Serikat (AS).

    Iklan Sponsor / Advertisement

    Isu ini turut menyedot perhatian kalangan investor. Para pemegang saham mulai mempertanyakan apakah alokasi 10% laba operasional untuk bonus karyawan justru akan menggerus porsi dana investasi perusahaan dan memperkecil imbal hasil (shareholder returns).

    Sebagai pembanding, Samsung Electronics dan serikat pekerja sebelumnya berhasil mencapai kesepakatan bonus kinerja pada Mei lalu, sekaligus menggagalkan ancaman mogok kerja massal yang sempat mengancam rantai pasokan chip global.

    Dalam kesepakatan tersebut, Samsung mengalokasikan 10,5% laba operasional divisi semikonduktor sebagai bonus khusus pekerja dalam bentuk saham perusahaan, lengkap dengan aturan pembatasan penjualan langsung (lock-up period) untuk sebagian besar saham tersebut.

    [Gambas:Video CNBC]
Next Article Driver Ojol Tolak Jadi UMKM, Tegaskan Status Sebagai Pekerja
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Ribuan Buruh Bersatu, Bukan Cuma Minta Naik Gaji dan Bonus. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
NeutraDC Gaet PLN Ekspansi Kapasitas Data Center di Cikarang hingga 200 MW
TEKNOLOGI & IT

NeutraDC Gaet PLN Ekspansi Kapasitas Data Center di Cikarang hingga 200 MW

PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) memperkuat infrastruktur digital dengan ekspansi data center di Cikarang, menggandeng PLN untuk pasokan energi 200 MW.

Baca Selengkapnya →
Janji Prabowo Bagikan 4 Layar Pintar ke Setiap Sekolah di Penjuru RI
TEKNOLOGI & IT

Janji Prabowo Bagikan 4 Layar Pintar ke Setiap Sekolah di Penjuru RI

Presiden Prabowo Subianto berjanji akan menyalurkan layar pintar interaktif di setiap sekolah yang ada di Indonesia.

Baca Selengkapnya →
Galaxy Z Fold8 Punya Baterai 4.800 mAh, Benarkah Lebih Awet dari Z Fold7?
TEKNOLOGI & IT

Galaxy Z Fold8 Punya Baterai 4.800 mAh, Benarkah Lebih Awet dari Z Fold7?

Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan baterai 4.800 mAh dan pengisian cepat 45W. Peningkatan ini menjawab kebutuhan pengguna akan daya tahan dan performa.

Baca Selengkapnya →