4 mnt baca (638 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 13 August 2026, 13:00 WIB

Kedaulatan AI Indonesia Dimulai dari Kampus, Ini Strategi Pemerintah

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Kedaulatan AI Indonesia Dimulai dari Kampus, Ini Strategi Pemerintah
Kedaulatan AI Indonesia Dimulai dari Kampus, Ini Strategi Pemerintah

Pemerintah fokus pada pengembangan AI lokal dengan meluncurkan pusat AI di UGM. Kolaborasi global dan penguatan talenta jadi kunci untuk pertumbuhan ekonomi.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Pemerintah mulai menggeser fokus pengembangan kecerdasan artifisial (AI) dari sekadar adopsi teknologi global menuju penguatan kemampuan Indonesia untuk menciptakan solusi sendiri. Pusat AI berbasis universitas didorong menjadi salah satu fondasi untuk membangun talenta, riset, hingga kapasitas komputasi nasional.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat meluncurkan NVAITC Joint Center UGM-Indosat Ooredoo Hutchison-NVIDIA di Innovation and Creativity Center (GIK), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Meutya mengatakan kedaulatan AI tidak berarti Indonesia harus menutup diri dari teknologi yang dikembangkan perusahaan dan negara lain. Justru, kolaborasi global perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan nasional, selama Indonesia memiliki kapasitas untuk menguasai, mengembangkan, dan menghasilkan nilai tambah dari teknologi tersebut.

"Let us build AI in Indonesia, for Indonesia," ujar Meutya.

Meutya menilai Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi AI. Jika ingin menjadikan AI sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, Indonesia harus memiliki talenta, kemampuan riset, infrastruktur komputasi, serta ekosistem industri yang mampu mengubah teknologi tersebut menjadi produk dan solusi.

Kebutuhan tersebut semakin penting di tengah target pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029.

Meutya mengutip laporan e-Conomy SEA 2025 yang menunjukkan ekonomi digital Indonesia telah mencapai USD 99 miliar pada 2025 dan diproyeksikan menembus USD 340 miliar pada 2030.

Besarnya ekonomi digital tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, inovasi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan penguatan kemampuan teknologi nasional.

Pemerintah juga menargetkan ekonomi digital dapat berkontribusi 19% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2045.

Oleh sebab itu, pengembangan AI tidak bisa berdiri sendiri. Meutya mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengarahkan transformasi digital melalui tiga agenda, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Artinya, pembangunan konektivitas, pusat data, cloud, dan komputasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan inovasi, sekaligus dibarengi keamanan data, perlindungan sistem, serta kepercayaan publik.

Dalam kerangka tersebut, NVAITC Joint Center menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence yang dipimpin Kemkomdigi.

Pusat ini mempertemukan perguruan tinggi, industri, perusahaan teknologi, dan pemerintah untuk mempercepat riset serta pengembangan talenta AI.

Salah satu infrastrukturnya adalah GPU Merdeka, yang memberikan akses komputasi berperforma tinggi kepada mahasiswa dan peneliti melalui skema GPU-as-a-Service.

Keberadaan akses komputasi tersebut menjadi penting karena pengembangan model AI membutuhkan sumber daya komputasi yang besar. Tanpa akses terhadap GPU, talenta dan peneliti di dalam negeri akan menghadapi keterbatasan ketika mengembangkan model, melakukan eksperimen, maupun mengolah dataset berskala besar.

Keberadaan pusat AI berbasis kampus ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai ruang penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur AI nasional.

Iklan Sponsor / Advertisement

Meski memiliki infrastruktur komputasi, pemerintah menilai teknologi tidak akan menghasilkan dampak ekonomi tanpa sumber daya manusia yang mampu menggunakannya. Untuk itu, Komdigi bersama UGM mengembangkan Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) untuk mencetak AI Practitioner dan AI Specialist.

Program tersebut menggunakan studi kasus dunia nyata dengan melibatkan akademisi internasional dan praktisi industri. Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga meluncurkan angkatan kedua AITF.

Pendekatan berbasis kasus ini diarahkan agar talenta AI tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi mampu menerapkan AI untuk menyelesaikan persoalan nyata di Indonesia.

Sejumlah proyek yang disebut Meutya antara lain Tech4Disaster untuk mitigasi bencana, SmartAgri untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi irigasi, serta e-Nose TB untuk membantu skrining tuberkulosis secara non-invasif.

Jika dikembangkan lebih jauh, model seperti ini dapat mempertemukan kebutuhan industri dan pemerintah dengan kemampuan riset perguruan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi juga menjadi salah satu sumber inovasi teknologi nasional.

Video Momen Meutya Hafid Nyanyi Bareng Nassar di Apresiasi Konektivitas Digital

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Kedaulatan AI Indonesia Dimulai dari Kampus, Ini Strategi Pemerintah. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales
INDUSTRI IT

Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales

Pelaku UKM ungkap alasan pilih laptop MacBook buatan Apple untuk menunjang operasional bisnis. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat
TEKNOLOGI & IT

Digitalisasi Bansos Diuji, Hak Masyarakat Mesti Diberi Secara Tepat

Pemerintah uji coba digitalisasi perlindungan sosial untuk akurasi penyaluran bantuan. Integrasi data diharapkan mempermudah akses bagi masyarakat yang berhak.

Baca Selengkapnya →
NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang
INDUSTRI IT

NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang

Teori hilangnya gravitasi Bumi pada 12 Agustus 2026 viral di media sosial.

Baca Selengkapnya →