3 mnt baca (505 kata)
| |
INDUSTRI IT 11 August 2026, 06:05 WIB

Ketahuan Bawa Kabur Uang Rp 16 Miliar, Agen FBI Langsung Ditangkap

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Ketahuan Bawa Kabur Uang Rp 16 Miliar, Agen FBI Langsung Ditangkap
Ketahuan Bawa Kabur Uang Rp 16 Miliar, Agen FBI Langsung Ditangkap

Seorang agen FBI, Patrick Steven Yaroch, ditangkap karena mencuri hampir Rp 16 miliar dalam aset kripto. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Logo FBI. (Dok. Istimewa)
Foto: Logo FBI. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang agen FBI ditangkap setelah diduga mencuri aset kripto senilai hampir US$1 juta (Rp17 miliar) dari akun-akun yang sedang dipantau oleh FBI.

Dokumen pengadilan yang dipublikasikan mengungkap bahwa agen tersebut melakukan aksinya karena frustrasi terhadap lambatnya tindakan pemerintah terkait penyalahgunaan akun kripto.

Agen tersebut adalah Patrick Steven Yaroch (37), anggota tim investigasi keamanan nasional FBI yang menangani penyelidikan terhadap negara yang menjadi lawan Amerika Serikat.

Menurut surat pernyataan, Yaroch menemukan kepemilikan aset kripto tersebut saat menjalankan tugasnya dan merasa frustrasi karena tidak bisa berbuat lebih banyak untuk mengganggu aktivitas seseorang yang menggunakan akun-akun kripto itu.

Dengan memanfaatkan akses internal di FBI, Yaroch diduga memindahkan aset kripto senilai lebih dari US$900.000 atau sekitar Rp16 miliar ke akun pribadinya, sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (11/8/2026).

FBI kemudian memecat Yaroch dan menangkapnya pekan lalu. Jaksa menjeratnya dengan dakwaan terkait pengangkutan barang curian lintas negara bagian dan penerimaan barang curian.

Dokumen pengadilan tidak mencantumkan nama pengacara Yaroch. CNN menyebutkan telah menghubungi alamat email yang terhubung dengannya untuk meminta tanggapan.

Selama ini, FBI mengumpulkan berbagai informasi intelijen mengenai akun-akun kripto yang diduga digunakan oleh pelaku kriminal maupun aktor negara dari Rusia, China, dan negara lain. Namun, keputusan untuk menyita akun tersebut atau menggunakannya sebagai sumber intelijen biasanya ditentukan berdasarkan pertimbangan dari masing-masing kasus.

Surat pernyataan tersebut juga menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan aset kripto mulai mengubah pola investigasi kriminal.

Sebulan sebelum penangkapannya, Yaroch diduga mengajukan pertanyaan kepada ChatGPT. Ia bertanya, "Jika Anda memiliki sejumlah uang (sekitar US$1 juta) dan ingin meninggalkan Amerika Serikat serta menjadi penduduk atau warga negara Uni Eropa, apa yang akan Anda lakukan?"

ChatGPT kemudian memberikan jawaban yang disesuaikan dengan usia dan gaya hidup Yaroch.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Pada usia 37 tahun, dengan keluarga muda, tujuan untuk kemungkinan pensiun sekitar usia 40 tahun, dan ketertarikan yang jelas untuk membangun gaya hidup yang lebih tenang di kebun anggur atau pertanian di tempat-tempat seperti Cilento atau wilayah Dão di Portugal," demikian respons AI tersebut.

Juru bicara FBI mengatakan bahwa lembaganya langsung bertindak cepat setelah mengetahui dugaan pencurian tersebut.

"Segera setelah FBI mengetahui dugaan ini, kami langsung mengambil tindakan, memulai penyelidikan, dan akhirnya melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap individu ini pekan lalu," kata juru bicara FBI kepada CNN.

Saat diwawancarai di rumahnya bulan lalu, Yaroch mengakui kesalahannya.

"Saya melakukan kesalahan besar," kata Yaroch kepada agen FBI.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kelakuan Manusia 'Paling Budak' AI Diungkap, Bos ChatGPT Sampai Malu
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Ketahuan Bawa Kabur Uang Rp 16 Miliar, Agen FBI Langsung Ditangkap. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Mengenal Shadow Bands, Fenomena Unik Saat Gerhana Matahari Total
CYBER SECURITY

Mengenal Shadow Bands, Fenomena Unik Saat Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari total menampilkan fenomena unik shadow bands, garis-garis gelap yang bergerak. Ilmuwan masih mencari penjelasan pasti penyebabnya.

Baca Selengkapnya →
Bot di Internet Bakal 1.000 Kali Lebih Banyak dari Manusia
TEKNOLOGI & IT

Bot di Internet Bakal 1.000 Kali Lebih Banyak dari Manusia

Dominasi lalu lintas non-manusia diperkirakan bisa melonjak hingga 1.000 kali lipat lebih tinggi dibandingkan lalu lintas manusia.

Baca Selengkapnya →
Video Demo Lama Viral Lagi, Hati-hati Penggiringan Opini
TEKNOLOGI & IT

Video Demo Lama Viral Lagi, Hati-hati Penggiringan Opini

Video lama aksi demonstrasi mahasiswa beredar kembali di media sosial, berpotensi menggiring opini publik menjelang HUT ke-81 RI. Waspadai disinformasi.

Baca Selengkapnya →