3 mnt baca (511 kata)
| |
CYBER SECURITY 14 August 2026, 05:00 WIB

Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur
Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur

Meta menghapus 750 ribu akun pengguna Australia di bawah 16 tahun setelah larangan media sosial.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, mengaku sudah menghapus lebih dari 750 ribu akun yang diduga milik pengguna Australia berusia di bawah 16 tahun. Tindakan ini dilakukan setelah larangan media sosial bagi anak dan remaja Australia resmi diberlakukan.

Perusahaan mengungkap telah menonaktifkan 462 ribu akun Instagram dan 294 ribu akun Facebook di bawah 16 tahun sepanjang periode Desember hingga Juni. Jumlah akun yang dihapus ini melonjak dibanding periode Januari lalu, ketika Meta baru menghapus 331 ribu akun Instagram dan 173 ribu akun Facebook.

Melansir Reuters pada Kamis (13/8), perusahaan media sosial terbesar di dunia ini menyatakan kesiapannya mematuhi undang-undang yang sebelumnya mereka tentang secara terbuka. Meta menjadi platform pertama yang merilis data kepatuhan terhadap aturan tersebut.

Keputusan ini diambil tepat ketika regulator internet Australia mempertimbangkan gugatan hukum bagi platform media sosial yang tidak mematuhi larangan sosial media. Pemerintah Australia menilai platform-platform tersebut secara sengaja hendak menggagalkan penegakan aturan ini.

Australia sudah mengajukan undang-undang untuk melipatgandakan denda maksimum bagi platform yang tidak mematuhinya menjadi 99 juta dolar Australia atau sekitar Rp1,25 triliun.

Aturan yang mulai berlaku pada 10 Desember ini ditegakkan pemerintah Australia atas dasar kekhawatiran terhadap dampak media sosial terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak muda.

Namun, pemerintah Australia dan beberapa studi independen lain menunjukkan data temuan bahwa lebih dari 80 persen anak di bawah usia 16 tahun masih aktif di media sosial dalam tiga bulan pertama sejak larangan diberlakukan.

Hadapi sidang parlemen

Parlemen Australia bakal menggelar rapat dengar pendapat terkait aturan ini. Perwakilan Meta, TikTok, YouTube, dan Snapchat dijadwalkan memberikan kesaksian dalam penyelidikan parlemen tentang perubahan aturan ini pada hari Jumat (14/8).

"Penegakan hukum masih terus berjalan, dan angka-angka ini akan terus bertambah," jelas Meta dalam pernyataannya.

"Kami mendukung tujuan pemerintah Australia memastikan anak muda mendapat pengalaman yang aman dan sesuai usia di dunia maya, dan kami juga sedang dalam upaya memenuhi kewajiban hukum yang berlaku," tambah perusahaan tersebut.

Iklan Sponsor / Advertisement

Sejak tahun 2025, Australia telah memastikan kemungkinan pemberlakuan aturan ini melalui uji coba teknologi pemastian usia (age assurance). Berdasarkan temuannya, sebagian besar platform, termasuk milik Meta, memiliki perangkat lunak estimasi usia berdasarkan foto serta inferensi usia berdasarkan aktivitas daring setiap akun.

Meta menyampaikan mereka menggunakan AI untuk menganalisis profil pengguna untuk mencari "petunjuk bahwa suatu akun mungkin milik seseorang di bawah usia 16 tahun, seperti perayaan ulang tahun atau sebutan tentang tingkatan kelas sekolah" serta menganalisis laporan mengenai akun-akun di bawah umur.

Meta menambahkan mereka telah menghilangkan opsi bagi pengguna yang mencoba membuat akun baru ketika akun mereka yang sebelumnya telah dihapus.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Larangan Medsos, Australia Hapus 750 Ribu Akun Anak di Bawah Umur. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Prabowo Kebut Digitalisasi Bansos, Target 49 Juta Keluarga Terdaftar
TEKNOLOGI & IT

Prabowo Kebut Digitalisasi Bansos, Target 49 Juta Keluarga Terdaftar

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah terus mempercepat transformasi sistem perlindungan sosial melalui digitalisasi.

Baca Selengkapnya →
Prabowo Tambah 3 Layar Pintar ke Sekolah-Sekolah RI, Ini Tujuannya
INDUSTRI IT

Prabowo Tambah 3 Layar Pintar ke Sekolah-Sekolah RI, Ini Tujuannya

Prabowo target renovasi 100.000 sekolah hingga 2029 dan penyediaan layar pintar interaktif makin banyak.

Baca Selengkapnya →
Prabowo Minta 1.000 Tambang Ilegal Diusut, Penertiban Bisa Bantu Kelestarian Alam
TEKNOLOGI & IT

Prabowo Minta 1.000 Tambang Ilegal Diusut, Penertiban Bisa Bantu Kelestarian Alam

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut 1.000 tambang ilegal. Penertiban tambang ilegal bisa menjaga kelestarian.

Baca Selengkapnya →