3 mnt baca (566 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 07 August 2026, 01:45 WIB

Luka Baru di Bulan Terlihat Usai Dihantam Roket SpaceX

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Luka Baru di Bulan Terlihat Usai Dihantam Roket SpaceX
Luka Baru di Bulan Terlihat Usai Dihantam Roket SpaceX
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Foto Danuri memperlihatkan luka baru berupa kawah di Bulan setelah dihantam roket SpaceX yang melaju lebih dari 8.700 km per jam.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

"Luka baru" terlihat di permukaan Bulan setelah dihantam bagian roket SpaceX. Wahana Danuri milik Korea Selatan berhasil memotret kawah baru yang terbentuk akibat tabrakan tahap atas Falcon 9.

Foto sebelum dan sesudah benturan memperlihatkan perubahan pada permukaan Bulan, termasuk area yang tampak lebih gelap di sekitar titik tumbukan. Citra tersebut menjadi bukti visual pertama mengenai dampak tabrakan roket SpaceX pada Rabu (5/8/2026).

Menurut Korea Aerospace Research Institute (KARI), Danuri melakukan beberapa kali lintasan di atas lokasi benturan. Hal ini memungkinkan ilmuwan membandingkan kondisi permukaan Bulan sebelum dan setelah roket menghantamnya.

"Danuri memperoleh rekaman sebelum tabrakan dan segera setelah tabrakan, sehingga memungkinkan analisis perubahan yang semata-mata disebabkan oleh benturan," kata KARI, seperti dikutip Space.com.

Tahap atas Falcon 9 menghantam Bulan sekitar pukul 06.35 UTC atau 13.35 WIB. Roket tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 2,43 kilometer per detik atau lebih dari 8.700 kilometer per jam.

Associated Press melaporkan benturan itu menciptakan kawah baru dan membuat tanah di sekitarnya tampak lebih gelap. Namun, ukuran pasti kawah tersebut masih harus dianalisis menggunakan citra beresolusi lebih tinggi.

Berasal dari Misi Pendarat Bulan

Roket yang menghantam Bulan merupakan tahap atas Falcon 9 dari peluncuran pada Januari 2025. Misi tersebut membawa dua wahana pendarat Bulan, yakni Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Resilience buatan perusahaan Jepang, ispace.

Setelah melepaskan kedua wahana, tahap roket itu telah menyelesaikan tugas utamanya. Namun, roket tidak memiliki cukup bahan bakar untuk kembali memasuki atmosfer Bumi atau dipindahkan ke orbit pembuangan yang aman.

Roket kemudian tertinggal dalam orbit sangat lonjong. Pengaruh gravitasi Bumi, Bulan dan Matahari perlahan mengubah lintasannya hingga akhirnya mengarah ke permukaan Bulan.

Objek yang diberi kode 2025-010D itu diperkirakan menghantam wilayah di antara Kawah Bell dan Einstein. Sebelum tabrakan, para astronom memperkirakan benturan dapat menciptakan kawah berdiameter sekitar 17 hingga 40 meter.

Ukuran kawah dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk bobot roket, sudut tumbukan, kecepatan serta karakteristik tanah di lokasi benturan.

Jadi Peringatan Sampah Antariksa

Selain Danuri, Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA juga diharapkan dapat memotret titik benturan dengan resolusi lebih tinggi. Data tersebut akan membantu ilmuwan mengukur ukuran kawah dan mempelajari penyebaran material akibat tumbukan.

Peristiwa ini tidak membahayakan Bumi. Material yang terlontar dari permukaan Bulan diperkirakan tidak memiliki energi cukup untuk mencapai atau mengancam planet kita.

Meski demikian, tabrakan tersebut kembali menyoroti persoalan sampah antariksa. Semakin banyak negara dan perusahaan mengirimkan wahana menuju Bulan, semakin penting pula memastikan roket serta perangkat bekas tidak dibiarkan melayang tanpa kendali.

Iklan Sponsor / Advertisement

Kawah baru di Bulan itu menjadi pengingat bahwa dampak aktivitas manusia kini tidak hanya terlihat di Bumi dan orbitnya, tetapi juga mulai meninggalkan jejak di permukaan Bulan.

Video: Wajah 4 Astronaut Crew-11 NASA yang Terbang ke ISS

ins>

Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Luka Baru di Bulan Terlihat Usai Dihantam Roket SpaceX yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja
TEKNOLOGI & IT

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja

Meta didenda Rp 10,12 triliun dan diperintahkan membatasi penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja di New Mexico.

Baca Selengkapnya →
Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002
INDUSTRI IT

Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002

Bridgestone Indonesia berkolaborasi dengan JDI. Mereka menyematkan ban Bridgestone Dueler A/T002 pada BAIC BJ40 Plus di ajang GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang.

Baca Selengkapnya →
Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam
INDUSTRI IT

Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam

Kepresidenan Palestina menyambut baik penandatanganan pakta pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Palestina menggambarkannya sebagai langkah strategis penting untuk me...

Baca Selengkapnya →