Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz setelah merampungkan seleksi spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Pemerintah menargetkan proses lelang 900 MHz berlangsung pada tahun ini juga.
Spektrum 900 MHz yang akan dilelang memiliki nilai strategis bagi industri seluler karena berada di kelompok frekuensi rendah atau low band. Karakteristik ini membuat sinyal seluler mampu menjangkau area yang relatif luas sekaligus memiliki kemampuan penetrasi yang lebih baik dibandingkan frekuensi yang lebih tinggi.
Dengan karakteristik tersebut, pita 900 MHz dapat menjadi salah satu pilihan operator untuk memperkuat cakupan layanan 4G, terutama di wilayah yang membutuhkan jangkauan luas. Frekuensi ini juga dapat membantu menjaga kualitas koneksi di area yang memiliki hambatan bangunan atau kondisi geografis tertentu.
Secara sederhana, frekuensi rendah seperti 900 MHz lebih mengutamakan jangkauan, sedangkan spektrum yang lebih tinggi dapat memberikan kapasitas lebih besar dalam area yang lebih terbatas. Karena itu, 900 MHz dapat menjadi pelengkap bagi spektrum yang sudah dimiliki operator, bukan sekadar tambahan kapasitas jaringan.
Dibandingkan dengan pita 700 MHz yang baru saja dilelang Komdigi, itu juga termasuk low band dan memiliki karakteristik cakupan luas serta penetrasi sinyal yang baik. Sementara 2,6 GHz berada di kelompok mid band dan lebih diarahkan untuk menyediakan kapasitas jaringan yang lebih besar di wilayah dengan trafik data tinggi.
Artinya, pemanfaatan pita 900 MHz dapat memperkaya kombinasi spektrum operator. Jika pita 700 MHz berperan kuat dalam memperluas cakupan, pita 900 MHz dapat dimanfaatkan untuk memperkuat lapisan jaringan di area yang sudah memiliki layanan sekaligus meningkatkan fleksibilitas penggelaran jaringan.
Bagi pengguna seluler, tambahan spektrum tidak otomatis membuat kecepatan internet langsung melonjak. Dampaknya akan bergantung pada bagaimana operator mengalokasikan spektrum tersebut, teknologi yang digunakan, kepadatan pengguna, jumlah BTS, serta perangkat yang digunakan pelanggan.
Namun, ketersediaan tambahan spektrum memberikan ruang bagi operator untuk mengelola trafik dengan lebih baik. Ketika kapasitas jaringan terbagi ke lebih banyak kanal atau pita frekuensi, kepadatan trafik pada jaringan dapat dikurangi sehingga berpotensi meningkatkan konsistensi kualitas layanan.
Spektrum 900 MHz yang akan menjadi objek lelang frekuensi berikutnya berasal dari blok yang dikembalikan XLSmart kepada negara sebagai bagian dari komitmen setelah merger XL Axiata dan Smartfren.
Sesuai komitmen pascamerger, XLSmart diwajibkan mengembalikan spektrum 900 MHz selebar 15 MHz kepada pemerintah paling lambat 14 Desember 2026. Spektrum tersebut sebelumnya menjadi bagian dari total 15 MHz yang digunakan XLSmart pada pita 900 MHz.
Pengembalian itu merupakan bagian dari penataan spektrum setelah konsolidasi industri telekomunikasi. Pemerintah sebelumnya menyatakan spektrum yang dikembalikan tersebut akan disiapkan untuk dilelang kembali sehingga dapat dimanfaatkan oleh operator lain.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan proses pemanfaatan 900 MHz disiapkan setelah lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz rampung.
"Insya Allah ke depan, persis ketika ini selesai, kita juga akan mempersiapkan proses pemanfaatan frekuensi di 900 MHz. Mudah-mudahan lelang dapat dimulai di tahun ini juga," ujar Meutya pada 21 Juli 2026.
Adapun blok yang dikembalikan XLSmart memiliki konfigurasi 2 x 7,5 MHz atau total 15 MHz, yang akan menjadi ruang frekuensi baru untuk diperebutkan operator melalui mekanisme seleksi pemerintah.