4 mnt baca (780 kata)
| |
CYBER SECURITY 11 August 2026, 10:15 WIB

NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya
NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya

NASA akan meluncurkan Nancy Grace Roman Space Telescope pada 30 Agustus. Teleskop ini diklaim lebih canggih dari Hubble dan JWST.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, bakal meluncurkan teleskop luar angkasa terbaru mereka, Nancy Grace Roman Space Telescope, ke luar angkasa pada Agustus mendatang. Teleskop ini diklaim dapat melakukan pengamatan galaksi Bima Sakti lebih baik dari teleskop canggih NASA lainnya.

Teleskop senilai US$4 miliar atau sekitar Rp71,2 triliun itu dijadwalkan meluncur menggunakan roket SpaceX pada 30 Agustus pukul 07.26 EDT atau 18.26 WIB dari Kennedy Space Center di Florida. Jadwal peluncuran ini lebih cepat sembilan bulan dari rencana awal.

"Kita akan meluncurkan Roman, mengujinya, membuka penutup aperture, mengamati langit, dan mengirimkan data ke Bumi untuk pertama kalinya," kata Jeremy Perkins, ilmuwan pengujian dan integrasi teleskop Roman, dalam konferensi pers pada 29 Juli lalu, melansir Space.

Menurut para peneliti, Roman akan menuju lokasi yang dikenal sebagai Titik Lagrange 2 (L2), sebuah titik gravitasi stabil yang berjarak sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi, yang berada di antara Bumi dan Matahari.

Lokasi ini sangat populer untuk observatorium, karena memungkinkan pesawat luar angkasa diposisikan sedemikian rupa agar instrumennya tetap dapat menangkap cahaya Matahari sebagai sumber energi.

Dalam perjalanan menuju L2, Roman perlu menggunakan sebagian bahan bakarnya untuk koreksi jalur agar memastikan arahnya tetap tepat.

"Kami melakukan penyesuaian orbit akhir sekitar hari ke-100 untuk masuk ke orbit permanen di L2," kata Perkins.

"Setelah itu, bahan bakar yang tersisa masih cukup untuk melakukan penyesuaian momentum dan pertahanan posisi selama lima tahun atau lebih," lanjutnya.

Lebih canggih dari Hubble dan JWST

Para peneliti mengklaim bahwa teleskop Roman jauh lebih canggih dari Hubble Space Telescope. Mereka memperkirakan Roman bisa menghasilkan lebih dari 500 terabyte data per tahun.

Sebagai perbandingan, selama beroperasi sekitar 35 tahun, Hubble hanya menghasilkan sekitar 400 terabyte data.

"Secara umum, Roman memiliki sensitivitas dan ketajaman penglihatan yang setara dengan Hubble, tetapi kami mampu memindai langit jauh lebih cepat. Pengamatan galaksi Bima Sakti oleh Roman selama satu bulan akan membutuhkan waktu sekitar satu abad jika dilakukan oleh Hubble," ungkap Julie McEnery, ilmuwan senior proyek Roman.

"Kita akan membutuhkan lebih dari setengah juta TV 4K hanya untuk menampilkan satu gambar utuh dari survei terbesar Roman," lanjut McEnery. "Untuk membayangkan skalanya, layar TV sebanyak itu bisa menutupi 45 blok kota di Manhattan."

Bahkan, dibandingkan dengan James Webb Space Telescope (JWST), teleskop ini pun lebih baik. Teleskop ini memiliki kemampuan pengamatan inframerah dekat berkat instrumen sudut pandang luasnya (Wide-Field Instrument/WFI).

Namun begitu, sensitivitas sensor inframerahnya tidak setinggi milik JWST. Keunggulan utama Roman terletak pada bidang pandangnya yang sangat luas, karena satu tangkapan gambar Roman diperkirakan 50 kali lebih luas dibanding gambar dari JWST.

"Webb dirancang untuk meneliti secara sangat mendalam dengan sensitivitas tinggi agar kita bisa menemukan objek-objek langka di alam semesta awal," kata McEnery.

"Tapi kita membutuhkan Roman untuk menemukan objek langka dalam alam semesta yang lebih dekat," lanjut dia.

Nama teleskop ini diambil dari nama Nancy Grace Roman, pelopor astronomi yang merupakan eksekutif wanita pertama di NASA sekaligus kepala astronomi pertama di lembaga tersebut. Ia sering dijuluki "Ibu Hubble" karena kontribusi besarnya terhadap proyek Hubble dan terkenal atas terobosan risetnya mengenai satelit.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bisa deteksi asteroid penghancur

Menurut laporan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Teleskop Roman juga akan 'melihat menembus' Tata Surya. Hal inilah yang menjadikannya sangat ideal untuk mendeteksi asteroid.

Bidang pandang raksasa dan penglihatan inframerah Teleskop Roman memungkinkannya mendeteksi asteroid kecil hingga berukuran sekitar 18 meter. Ukuran ini sebanding dengan asteroid yang meledak di atas kota Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013, yang melepaskan energi setara 500.000 ton TNT dan menyebabkan 1.500 orang dilarikan ke rumah sakit.

Perangkat lunak Teleskop Roman memerlukan sedikit penyesuaian agar dapat mengintai batuan luar angkasa ini. Secara desain awal, teleskop ini dirancang untuk menembus dan melampaui Tata Surya demi mengambil gambar sejelas mungkin dari bagian alam semesta lainnya.

Meskipun penyesuaian tersebut dilakukan, Teleskop Roman tidak akan bekerja sendirian sebagai pemburu asteroid yang serba bisa. Kekuatannya terletak pada kemampuannya melengkapi JWST, observatorium lain yang dirancang untuk mengamati galaksi dan bintang di pelosok alam semesta.

Hal ini berarti Teleskop Roman dapat mengamati beberapa asteroid yang mencurigakan secara beruntun dengan sangat cepat.

(dmi)

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Batu Dipakai Ganjal Pintu, Ternyata Harta Karun Rp 20 Miliar
INDUSTRI IT

Batu Dipakai Ganjal Pintu, Ternyata Harta Karun Rp 20 Miliar

Seorang nenek di Romania menemukan batu 3,5 kg yang ternyata adalah amber raksasa bernilai Rp 20 miliar.

Baca Selengkapnya →
Wujud Bangkai Kapal Romawi yang Ditemukan di Perairan Italia
CYBER SECURITY

Wujud Bangkai Kapal Romawi yang Ditemukan di Perairan Italia

Sebuah organisasi Italia menemukan bangkai kapal Romawi di perairan lepas pantai Sisilia pada Sabtu (8/9).

Baca Selengkapnya →
Meta Prediksi Perdagangan Berbasis AI Akan Tumbuh Hingga USD 5 Triliun
TEKNOLOGI & IT

Meta Prediksi Perdagangan Berbasis AI Akan Tumbuh Hingga USD 5 Triliun

Meta memprediksi perdagangan berbasis agentic AI akan tumbuh hingga USD 5 triliun pada tahun 2030.

Baca Selengkapnya →