4 mnt baca (609 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 06 August 2026, 02:15 WIB

Password di Google Chrome Terancam Bocor Lewat Celah Pass-ta-key

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Password di Google Chrome Terancam Bocor Lewat Celah Pass-ta-key
Password di Google Chrome Terancam Bocor Lewat Celah Pass-ta-key
Iklan Sponsor / Advertisement
Ringkasan editorial DevNetCUK: bagian inti berita bersumber dari DetikInet Teknologi, lalu dilengkapi dengan konteks teknis dan rekomendasi langkah tindak lanjut untuk praktisi infrastruktur IT.

Sekelompok peneliti keamanan siber berhasil menembus sistem passkey berbasis Chrome milik Google menggunakan metode serangan yang mereka sebut Pass-ta-key.

Konten asli dari DetikInet Teknologi


Jakarta -

Passkey kini semakin populer dan dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan kata sandi tradisional. Namun, celah keamanan mulai terlihat setelah sekelompok peneliti keamanan siber berhasil menembus sistem passkey berbasis Chrome milik Google menggunakan metode serangan yang mereka sebut Pass-ta-key.

Meskipun passkey telah terbukti tangguh karena menghilangkan kebutuhan kata sandi dan menggantinya dengan tanda tangan biometrik pada perangkat yang diautentikasi, tim peneliti dari Unit 42 menemukan beberapa kelemahan tersembunyi di Google Password Manager. Kelemahan ini memungkinkan peretas untuk memanipulasi titik akhir dan mengelabui situs web agar mengira passkey berbasis Chrome milik pengguna adalah asli, padahal sudah dibajak.

Syarat utama dari serangan ini adalah mesin Windows korban harus sudah terinfeksi oleh malware. Komputer yang bersih tidak akan rentan saat passkey digunakan. Namun, peneliti menemukan bahwa perangkat lunak berbahaya dapat menyerang passkey pada tahap autentikasi, bahkan jika kunci tersebut pada awalnya dibuat di perangkat yang sehat.

Tiga varian serangan Pass-ta-key

Laporan dari Unit 42 merinci tiga jalur serangan yang mengeksploitasi sistem ini secara bertahap:

Pertama adalah metode Pass-ta-key dasar. Serangan ini melibatkan pengambilalihan akun menggunakan malware di perangkat. Kunci identitas diekspor ke disk alih-alih menggunakan hardware pelindung TPM yang biasanya mengamankan kunci tersebut.

Malware kemudian melakukan autentikasi dengan Google Password Manager tanpa persetujuan pengguna. Peneliti mencatat metode pertama ini hanya berfungsi pada situs seperti eBay karena situs tersebut tidak memvalidasi bendera yang menyatakan apakah proses verifikasi pengguna benar-benar terjadi.

Metode kedua disebut Silver Pass-ta-key. Serangan ini selangkah lebih maju dengan menipu pengelola kata sandi agar menganggap pengguna telah membuka kunci perangkat menggunakan biometrik. Mesin Windows yang terinfeksi dibuat tetap dalam kondisi tertunda, di mana proses verifikasi pengguna tidak ditandai sebagai selesai. Dalam status tersebut, malware dapat mulai mendaftarkan kuncinya sendiri, sehingga setiap kunci dari peretas di masa mendatang akan disetujui.

Metode ketiga dan yang paling berbahaya adalah Golden Pass-ta-key. Serangan ini menargetkan proses enkripsi yang dikenal sebagai Security Domain Secret (SDS). Meskipun Google telah berupaya menghapusnya, informasi rahasia ini masih tertinggal dan terekspos di memori proses Chrome. Malware dapat mencuri data tersebut dan mengumpulkan seluruh database passkey pengguna yang disinkronkan.

Serangan terakhir ini sangat fatal karena SDS yang dicuri bertindak sebagai cetak biru. Artinya, setiap passkey yang dibuat di masa mendatang melalui Google Password Manager dapat dengan mudah didekripsi oleh peretas, kecuali pengguna menghasilkan SDS yang baru.

Kelompok peneliti Unit 42 telah menghubungi Google untuk melaporkan eksploitasi yang ditemukan, dan mencatat bahwa penyedia layanan lain yang menggunakan model autentikator cloud serupa mungkin menghadapi risiko yang sama.

Meskipun temuan ini mengejutkan, passkey pada dasarnya tidak menjadi kurang aman. Teknologi ini masih berhasil memotong sebagian besar kerentanan yang sering ditinggalkan oleh kata sandi konvensional. Hanya saja, kelemahan pada proses onboarding dan sistem memori Chrome membuktikan bahwa sistem ini masih rentan terhadap eksploitasi jika perangkat keras pengguna sudah disusupi oleh malware, demikian dikutip detikINET dari 9to5Google, Kamis (6/8/2026).

Iklan Sponsor / Advertisement

Video: Hati-hati! Ini Tandanya Jika Akun Gmail Sudah Diretas


Tinjauan Infrastruktur IT — Redaksi DevNetCUK

BAGIAN INI BUKAN ISI BERITA ASLI DARI DetikInet Teknologi  |  Opini subyektif editorial untuk praktisi IT

Berita Password di Google Chrome Terancam Bocor Lewat Celah Pass-ta-key yang dilaporkan oleh DetikInet Teknologi di sektor Teknologi & IT dapat menjadi momentum evaluasi untuk operasional IT di organisasi Anda.

Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Ingin mendalami topik sejenis melalui tutorial & lab hands-on? Kunjungi halaman Pusat Tutorial Jaringan & Infrastruktur IT, atau pelajari penawaran layanan profesional DevNetCUK di halaman Solusi Enterprise kami.

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →
Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja
TEKNOLOGI & IT

Meta Didenda Rp 10,12 Triliun, Instagram & Facebook Dipaksa Batasi Remaja

Meta didenda Rp 10,12 triliun dan diperintahkan membatasi penggunaan Instagram dan Facebook oleh remaja di New Mexico.

Baca Selengkapnya →
Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002
INDUSTRI IT

Tampilan Tangguh BAIC BJ40 Plus Kenakan Ban Bridgestone Dueler A/T002

Bridgestone Indonesia berkolaborasi dengan JDI. Mereka menyematkan ban Bridgestone Dueler A/T002 pada BAIC BJ40 Plus di ajang GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang.

Baca Selengkapnya →
Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam
INDUSTRI IT

Palestina Puji Pakta Mekkah sebagai Langkah Menuju Keamanan Kolektif Dunia Islam

Kepresidenan Palestina menyambut baik penandatanganan pakta pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Palestina menggambarkannya sebagai langkah strategis penting untuk me...

Baca Selengkapnya →