3 mnt baca (407 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 13 August 2026, 04:37 WIB

Pendiri Google Habiskan Rp 1,7 Triliun untuk Lawan Pajak Orang Kaya

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Pendiri Google Habiskan Rp 1,7 Triliun untuk Lawan Pajak Orang Kaya
Pendiri Google Habiskan Rp 1,7 Triliun untuk Lawan Pajak Orang Kaya

Co-founder Google Sergey Brin sudah menggelontorkan lebih dari Rp 1,7 triliun untuk melawan proposal pajak orang kaya di California.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — Co-founder Google Sergey Brin semakin gigih melawan proposal pajak orang kaya yang akan diterapkan di negara bagian California. Bahkan ia kabarnya sudah menghabiskan jutaan dolar agar tidak dikenai pajak tambahan.

Menurut laporan TechCrunch, Brin belum lama ini menyumbangkan USD 20 juta (Rp 357 miliar) kepada Build a Better California, organisasi yang menentang proposal pajak orang kaya California. Jika dijumlah dengan sumbangan sebelumnya, Brin sudah menghabiskan lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk melawan proposal ini.

Proposal pajak orang kaya yang dikenal dengan istilah Prop 40 ini akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5% dari total kekayaan bersih. Pajak ini hanya akan berlaku untuk warga California dengan kekayaan di atas USD 1 miliar.

Sebagian besar pemasukan yang didapat dari pajak yang diusulkan ini akan dipakai untuk mendanai program layanan kesehatan publik di California. Proposal ini akan dimasukkan ke dalam surat suara untuk pemungutan suara pada 3 November 2026 di California.

Menurut data Forbes, Brin adalah orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan sebesar USD 267 miliar. Jika Prop 40 berhasil mendapatkan cukup suara dan disahkan, Brin harus membayar pajak satu kali sebesar USD 13,3 miliar.

Organisasi yang didanai Brin telah mengusulkan proposal penantang, yang jika disahkan, secara efektif dapat memblokir Prop 40 dengan membatasi pengenalan pajak baru.

Brin bukan satu-satunya bos teknologi yang menentang pajak tersebut. Pendiri Meta Mark Zuckerberg belum lama ini pindah dari California setelah membeli rumah mewah seharga USD 170 juta di Miami.

Mantan CEO Uber Travis Kalanick, pemodal ventura Peter Thiel, dan co-founder Google Larry Page juga sudah meninggalkan negara bagian yang identik dengan Silicon Valley tersebut, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (13/8/2026).

Iklan Sponsor / Advertisement

Di sisi lain, co-founder Nvidia Jensen Huang mengatakan ia tidak masalah jika harus membayar pajak sesuai Prop 40. Jika Prop 40 disahkan, Huang harus membayar pajak sebesar USD 8 miliar.

"Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan pajak apa pun yang ingin mereka terapkan, silakan. Saya tidak masalah dengan itu," kata Huang dalam wawancara dengan Bloomberg pada Januari lalu.

Google Cloud Ungkap Peran AI dalam Mendorong Transformasi Bisnis di Indonesia

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Pendiri Google Habiskan Rp 1,7 Triliun untuk Lawan Pajak Orang Kaya. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China
INDUSTRI IT

Amerika Berubah 180 Derajat, Akhirnya Menyerah Ikut Cara China

Meta dan Nvidia luncurkan model AI open-source gratis untuk pengembang, bersaing dengan model asal China. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Israel Negara Nomor Satu Dunia, Amerika-China Sudah Kalah Jauh
INDUSTRI IT

Israel Negara Nomor Satu Dunia, Amerika-China Sudah Kalah Jauh

Israel memimpin konsentrasi talenta AI global dengan 1,98%, mengalahkan AS dan China. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup
INDUSTRI IT

Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup

Nigeria membebaskan pajak 0% untuk 4.000 kendaraan listrik demi dorong adopsi EV. Namun, listriknya masih empot-empotan.

Baca Selengkapnya →