3 mnt baca (490 kata)
| |
INDUSTRI IT 11 August 2026, 12:00 WIB

Petaka Baru Datang dari China, Satu Dunia Terancam Jadi Korban

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Petaka Baru Datang dari China, Satu Dunia Terancam Jadi Korban
Petaka Baru Datang dari China, Satu Dunia Terancam Jadi Korban

Microsoft mengungkap kelompok peretas China, Storm-1175, yang menyebarkan ransomware baru, StormEncryptor. Simak!

Iklan Sponsor / Advertisement
Siapakah Bjorka, Hacker yang Bikin Pemerintah RI Ketar Ketir?
Foto: Infografis/Siapakah Bjorka, Hacker yang Bikin Pemerintah RI Ketar Ketir?/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Microsoft mengungkapkan pergerakan kelompok peretas (threat actor) bermotif finansial asal China, Storm-1175. Kelompok ini kedapatan menyebarkan ransomware jenis baru yang belum pernah terdokumentasikan sebelumnya, yakni StormEncryptor.

Tim Intelijen Ancaman Microsoft (Microsoft Threat Intelligence Team) mencatat penggunaan StormEncryptor menandai pergeseran strategi dari kelompok tersebut, yang sebelumnya aktif menggunakan ransomware Medusa.

"StormEncryptor ditulis dalam bahasa C++ dan menambahkan ekstensi nama file .encrypted pada file yang berhasil dienkripsi," tulis Microsoft melalui unggahan di platform Bluesky, dikutip dari Hacker News, Selasa (11/8/2026).

Setelah berhasil mengunci file target, kelompok ini akan meninggalkan catatan tebusan (ransom note) bertajuk !!!README_FIRST!!!.txt di setiap direktori yang dipindai.

Meskipun celah keamanan utama yang dimanfaatkan dalam peretasan ini belum dipastikan sepenuhnya, Microsoft menduga kuat pelaku mengeksploitasi CVE-2026-18577. Kerentanan terbaru pada perangkat lunak N-able N-central tersebut digunakan untuk mendapatkan akses awal ke sistem korbannya.

Celah tersebut diidentifikasi sebagai peretasan tambalan (patch bypass) dari CVE-2026-18556. Kedua celah keamanan ini memungkinkan pelaku melewati proses otentikasi hingga mengambil alih akun secara penuh pada sistem yang rentan. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) bahkan telah memasukkan kerentanan tersebut ke dalam daftar eksploitasi aktif di lapangan.

Rekam Jejak Storm-1175

Storm-1175 dikenal sebagai kelompok peretas berbasis di China yang kerap menyebarkan ransomware Medusa. Mereka memanfaatkan berbagai kelemahan sistem populer seperti Mirth Connect, ConnectWise ScreenConnect, JetBrains TeamCity, hingga Fortinet FortiClient EMS.

Pada laporan analisis Oktober 2025 lalu, Microsoft juga memetakan keterlibatan Storm-1175 dalam eksploitasi celah keamanan kritis pada Fortra GoAnywhere (CVE-2025-10035) demi memuluskan aksi serangan Medusa.

Pihak Microsoft menegaskan bahwa peretas ini memersenjatai kombinasi kerentanan zero-day dan N-day untuk melancarkan serangan kilat. Mereka memanfaatkan jeda waktu antara tanggal pengungkapan celah keamanan dan eksekusi pembaruan (patching) oleh pengguna untuk membobol sistem yang terhubung ke internet.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Aktivitas pasca-peretasan (post-compromise) dari Storm-1175 meliputi penyalahgunaan alat pemantauan jarak jauh (RMM) seperti AnyDesk atau SimpleHelp, penggunaan Advanced IP Scanner untuk pemindaian jaringan, serta pencurian kredensial (LSASS dumping) menggunakan Mimikatz," tambah Microsoft.

Pergerakan Storm-1175 tergolong sangat pesat-mulai dari penembusan akses awal, pencurian data (data exfiltration), hingga penguncian ransomware hanya memakan waktu beberapa hari. Microsoft mengimbau seluruh administrator sistem dan pelanggan untuk segera menerapkan pembaruan keamanan (patch) guna menghindari potensi peretasan.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Malapetaka Menghantam Amerika, Ratusan Sudah Jadi Korban
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Petaka Baru Datang dari China, Satu Dunia Terancam Jadi Korban. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Penampakan Nintendo Switch 2 yang Akan Rilis Resmi di Indonesia
TEKNOLOGI & IT

Penampakan Nintendo Switch 2 yang Akan Rilis Resmi di Indonesia

Nintendo mengumumkan akan segera menghadirkan Switch dan Switch 2 secara resmi di Indonesia. Berikut pengalaman singkat menjajal Nintendo Switch 2.

Baca Selengkapnya →
Warga Protes Listrik Mahal-Air Kering, Malah Ditawari Festival Bawang
INDUSTRI IT

Warga Protes Listrik Mahal-Air Kering, Malah Ditawari Festival Bawang

Proyek data center Amazon di Gilroy, California, berlangsung tanpa sepengetahuan warga selama 5 tahun.

Baca Selengkapnya →
Menteri UMKM Maman Janjikan Perpres Ojol Segera Terbit
INDUSTRI IT

Menteri UMKM Maman Janjikan Perpres Ojol Segera Terbit

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjanjikan Perpres Ojol akan segera terbit

Baca Selengkapnya →