3 mnt baca (467 kata)
| |
INDUSTRI IT 12 August 2026, 08:30 WIB

Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia
Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia

Fenomena El Nino 2026 diprediksi makin parah, dengan suhu permukaan laut mencapai 2,6°C di atas normal. Siap selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Seorang petani memanen padi di Desa Kali Putih, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026). Lahan pertanian seluas puluhan hektar yang dikelola petani setempat untuk menanam padi mengalami gagal panen sejak awal Juni 2026 akibat kekeringan. (CNBC Indonesia
Foto: (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena El Nino pada tahun 2026 ini dinilai semakin parah. Bahkan, lonjakan kekuatannya di Samudra Pasifik meningkat luar biasa hingga belum pernah terlihat sebelumnya.

Sebagai informasi, El Nino merupakan fenomena yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih hangat di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini berdampak signifikan terhadap pola cuaca di seluruh dunia.

El Nino dinyatakan muncul saat suhu permukaan laut mencapai 0,5 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang. Berdasarkan catatan Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), El Nino telah melewati ambang batas tersebut sejak awal Juni lalu.

Meski kenaikan awal tergolong rendah, suhu permukaan laut terus meroket hingga mencatatkan angka 2,6 derajat Celsius di atas normal pada minggu pertama Agustus. Jika tren ini berlanjut, fenomena ini berpotensi menjadi El Nino terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah.

"Kenaikan suhu di atas 2 derajat Celsius sudah dianggap sebagai El Nino super. Jadi untuk suhu harian, kita saat ini sudah berada di wilayah El Nino kuat atau El Nino super," kata ilmuwan iklim di Berkeley Earth, Zeke Hausfather, dikutip dari IFL Science, Rabu (12/8/2026).

Bahkan, fenomena tahun ini berisiko melampaui El Nino terburuk sepanjang sejarah pada periode 1997-1998. Saat itu, lonjakan suhu ekstrem memicu krisis ekonomi global hingga menelan ribuan korban jiwa.

Hausfather juga membeberkan ancaman dampak El Nino terhadap wilayah Pasifik tropis, termasuk Indonesia. Ia mengkhawatirkan terjadinya bencana kekeringan parah di kawasan tersebut.

"Wilayah Pasifik tropis cenderung mengalami kondisi yang jauh lebih kering. Indonesia, Asia Tenggara, Australia bagian timur, Afrika bagian selatan, Amazon bagian utara, dan India berpotensi mengalami kekeringan serta angin monsun yang membebal," jelasnya.

Iklan Sponsor / Advertisement

Sementara itu di AS, El Nino akan mendorong arus jet ke arah selatan. Kondisi ini membawa cuaca lebih basah di Pantai Teluk dan California Selatan, musim dingin yang lebih hangat dan kering di Pasifik Barat Laut serta negara-negara bagian utara, hingga penurunan aktivitas badai Atlantik.

Meski tak ingin terburu-buru memprediksi apakah dampaknya akan persis seperti kejadian 1997/1998, Hausfather menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari sekarang.

"Saya tidak ingin menimbulkan kepanikan, namun saya pikir kita harus bersiap dari sekarang menghadapi sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya," pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kapan RI Diterjang Suhu Super Panas Mendidih? Ini Prediksinya
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Ilmuwan Teliti Bayangan Misterius Mirip Ular
TEKNOLOGI & IT

Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Ilmuwan Teliti Bayangan Misterius Mirip Ular

Ada fenomena aneh saat Gerhana Matahari Total. Akan tampak garis-garis gelap menyerupai bayangan ular yang bergerak cepat.

Baca Selengkapnya →
Apakah RAM HP 8GB Masih Cukup di 2026?
CYBER SECURITY

Apakah RAM HP 8GB Masih Cukup di 2026?

Kebutuhan RAM untuk smartphone meningkat seiring perkembangan fitur AI. RAM 12GB kini jadi batas minimum untuk akses fitur AI terbaru di Android dan iOS.

Baca Selengkapnya →
2.000 Daerah RI Masih 'Gelap' Tanpa Internet, Paling Parah di Papua
INDUSTRI IT

2.000 Daerah RI Masih 'Gelap' Tanpa Internet, Paling Parah di Papua

Sebanyak 2.000 desa di Indonesia, terutama di Papua, belum terjangkau sinyal 4G. Simak selengkapnya!

Baca Selengkapnya →