3 mnt baca (476 kata)
| |
INDUSTRI IT 10 August 2026, 07:15 WIB

Profesi Tercela Ini Terancam Punah, Penggantinya Jauh Lebih Jahat

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Profesi Tercela Ini Terancam Punah, Penggantinya Jauh Lebih Jahat
Profesi Tercela Ini Terancam Punah, Penggantinya Jauh Lebih Jahat

Penelitian menunjukkan AI kini lebih efektif menipu manusia dibanding penipu tradisional.

Iklan Sponsor / Advertisement
Di dalam kasino O
Foto: Di dalam kasino O'Smach, sebuah kompleks penipuan di perbatasan Chong Chom-O’Smach antara Thailand dan Kamboja di Oddar Meanchey, Kamboja, Selasa (3/2/2026). (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar yang mengejutkan datang dari dunia kejahatan siber. Ternyata AI kini jauh lebih pintar menipu manusia dibanding penipu sungguhan. Profesi yang selama ini dijalankan manusia dengan membangun kedekatan emosional untuk menguras harta korban, kini terancam digantikan sepenuhnya oleh robot.

Sebuah penelitian gabungan dari berbagai universitas internasional, dikutip Futurism pada 9 Agustus 2026, membandingkan langsung kemampuan penipu manusia dengan chatbot AI dalam menjalankan apa yang dikenal sebagai penipuan "pemotongan babi" atau pig butchering, yaitu modus penipuan dengan membangun hubungan kepercayaan jangka panjang sebelum membujuk korban berinvestasi dan akhirnya melarikan uangnya.

Dalam percobaan yang berlangsung 7 hari, 22 orang yang tidak menyadari sedang menjadi sasaran uji berinteraksi dengan dua pihak yaitu penipu manusia dan chatbot AI. Hasilnya sungguh mengkhawatirkan. Hanya 18 persen korban yang menuruti permintaan penipu manusia. Sebaliknya, hampir setengah dari seluruh peserta yaitu 46 persen, menuruti permintaan yang datang dari chatbot AI.

Chatbot yang diuji, berbasis model Claude, diberi instruksi untuk menyembunyikan identitas aslinya sebagai AI. Hal lain yang lebih mengerikan, robot itu menjalankan perannya dengan sangat baik. Saat ditanya apakah ia mesin, bot itu dengan luwes menyangkal dan bahkan mengarang alasan-alasan masuk akal agar tidak dicurigai.

"Dengan usaha yang relatif sedikit, kita bisa menciptakan agen yang kemampuannya melampaui manusia dalam membangun kepercayaan emosional yang sifatnya merugikan," ujar Yisroel Mirsky, salah satu peneliti dari Universitas Ben Gurion, seperti dikutip Wired.

Temuan ini makin mencengangkan karena kenyataan bahwa sebagian besar peserta yang ditanya setelah percobaan berakhir, bahkan mereka yang menyadari perbedaan gaya bicara, tetap merasa tak percaya bahwa yang mereka ajak bicara selama seminggu itu hanyalah mesin.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Mereka sama sekali tidak menyangka," kata salah satu peneliti lainnya, Gilad Gressel.

Artinya, di masa depan, jutaan orang yang selama ini dipaksa bekerja sebagai penipu di kompleks-kompleks penipuan kemungkinan besar akan digantikan oleh sistem AI. Mesin tak butuh makan, tak butuh tidur, tak lelah berbicara berbulan-bulan membangun kedekatan, dan terbukti lebih sukses membujuk korban.

Dengan kata lain, profesi penipu yang selama ini menjadi sumber kejahatan terancam punah, bukan karena ditangkap aparat, melainkan karena kalah saing dengan robot yang jauh lebih pandai berpura-pura menjadi manusia.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mafia Judol Punya Modus Baru, Petani Dibayar Rp 100 Ribu Buka Rekening
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Profesi Tercela Ini Terancam Punah, Penggantinya Jauh Lebih Jahat. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Yacht Mewahnya Tolak Tolong Kapal Terdampar, Zuckerberg Ngaku Tak Tahu
INDUSTRI IT

Yacht Mewahnya Tolak Tolong Kapal Terdampar, Zuckerberg Ngaku Tak Tahu

Mark Zuckerberg mendapat kecaman setelah kapal pesiarnya menolak menolong kapal kecil terdampar di Alaska.

Baca Selengkapnya →
DPR-Pemerintah Gelar Rapat Finalisasi Perpres Ojol
INDUSTRI IT

DPR-Pemerintah Gelar Rapat Finalisasi Perpres Ojol

Pemerintah dan DPR menggelar rapat koordinasi untuk membahas Perpres Ojol dan isu gaji pegawai PPPK. Rapat dihadiri sejumlah menteri dan wakil ketua DPR.

Baca Selengkapnya →
Deretan Game yang Dipamerkan Level Infinite di Gamescom 2026
TEKNOLOGI & IT

Deretan Game yang Dipamerkan Level Infinite di Gamescom 2026

Level Infinite mengumumkan akan hadir di Gamescom 2026. Mereka menyiapkan sejumlah game yang akan dipamerkan di salah satu festival game terbesar di dunia.

Baca Selengkapnya →