4 mnt baca (614 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 11 August 2026, 10:29 WIB

Rahasia Desain Galaxy Z Fold8 dan Watch Terbaru, Paspor Jadi Inspirasi

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Rahasia Desain Galaxy Z Fold8 dan Watch Terbaru, Paspor Jadi Inspirasi
Rahasia Desain Galaxy Z Fold8 dan Watch Terbaru, Paspor Jadi Inspirasi

Samsung ungkap filosofi desain Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch terbaru, fokus pada kenyamanan pengguna dengan inspirasi dari paspor dan data pergelangan tangan.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta -

Samsung mengungkap filosofi desain di balik jajaran perangkat terbarunya, mulai dari Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8 hingga Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9. Tak sekadar mengejar tampilan tipis dan premium, kenyamanan pengguna menjadi salah satu fokus utama.

Menariknya, Samsung bahkan menjadikan paspor sebagai inspirasi desain Galaxy Z Fold8. Bentuk paspor dianggap memiliki karakter ergonomis karena mudah dibawa, nyaman digenggam satu tangan, dan memungkinkan informasi dilihat dengan cepat.

Hubert Lee, Executive Vice President sekaligus Head of Design Team, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, mengatakan desain tipis dan ringan menjadi bagian penting untuk menciptakan perangkat yang nyaman digunakan sehari-hari.

"Kedua aspek tersebut memengaruhi bagaimana perangkat dibuka secara natural, terasa nyaman saat digenggam, hingga mudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari," ujar Lee.

Galaxy Z Fold8 Terinspirasi Paspor

Inspirasi paspor paling terasa pada Galaxy Z Fold 8. Saat dilipat, HP layar lipat ini menggunakan rasio layar 16:10 yang dioptimalkan untuk penggunaan satu tangan.

Begitu dibuka, Galaxy Z Fold 8 menawarkan layar dengan rasio 4:3 yang dibuat lebih imersif dengan proporsi seimbang dan simetris. Samsung menyebut pendekatan tersebut memperkuat fokus pada kenyamanan pengguna.

Sementara Galaxy Z Fold 8 Ultra dikembangkan dengan konsep "Emotive Slim". Samsung tidak hanya berusaha memangkas ketebalan perangkat, tetapi juga membuat ponsel terlihat dan terasa lebih ramping ketika digunakan.

Frame dibuat dengan lekukan lebih halus agar perangkat mudah dibuka. Siluet bagian luarnya dibuat lebih melengkung untuk meningkatkan kenyamanan genggaman, sedangkan bagian sisi dirancang minimalis agar memberikan kesan lebih tipis.

Samsung juga memakai konsep "Emotive Geometry" pada Galaxy Z Series. Pendekatan ini memadukan karakter sederhana dan premium khas Galaxy dengan elemen yang lebih humanis.

Kenapa Galaxy Z Series Kini Makin Banyak?

Samsung mengatakan perluasan lini Galaxy Z didorong oleh semakin beragamnya kebutuhan pengguna setelah tujuh generasi perangkat foldable.

Sebagian pengguna lebih mengutamakan produktivitas dan multitasking, sedangkan sebagian lainnya mencari portabilitas. Menurut Samsung, satu jenis perangkat akhirnya tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan semua pengguna.

Perbedaan karakter itu turut diterjemahkan lewat pilihan warna. Violet Shadow dipilih untuk memberikan kesan chic dan sophisticated pada Galaxy Z Fold 8 Ultra, sementara Lavender memberi kesan segar dan lembut pada Galaxy Z Fold 8.

Galaxy Z Flip8 mendapatkan warna Pink yang lebih ekspresif dan penuh energi. Samsung turut menawarkan Cream dan Graphite sebagai pilihan dengan karakter lebih timeless.

Galaxy Watch Dirancang Pakai 100 Juta Data Pergelangan Tangan

Tak hanya HP layar lipat, Samsung turut menyempurnakan desain Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9.

Iklan Sponsor / Advertisement

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah strap. Samsung membuatnya lebih ringan, tipis dan breathable dengan struktur air pocket baru.

Yang menarik, Samsung menggunakan computational design untuk memvalidasi kenyamanan dan kecocokan strap berdasarkan lebih dari 100 juta data pergelangan tangan pengguna dan 10 ribu simulasi. Keseimbangan antara bodi jam dan strap juga disempurnakan agar lebih stabil saat dipakai.

Galaxy Watch Ultra2 sendiri tetap mempertahankan identitas cushion design. Samsung menyatukan layar, bezel dan cushion body agar tampil lebih seamless dan premium.

Jarak serta pemisahan antar tombol turut diperbaiki sehingga pengguna dapat mengenali tombol melalui sentuhan dan mengoperasikan smartwatch tanpa harus terus melihat layar.

Menurut Lee, seluruh pendekatan tersebut berangkat dari filosofi desain yang semakin berpusat pada pengguna, terutama di tengah perkembangan AI.

"Bagi kami, desain bukan hanya sesuatu yang dilihat, tetapi juga harus dapat dirasakan," pungkasnya.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Rahasia Desain Galaxy Z Fold8 dan Watch Terbaru, Paspor Jadi Inspirasi. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Batu Dipakai Ganjal Pintu, Ternyata Harta Karun Rp 20 Miliar
INDUSTRI IT

Batu Dipakai Ganjal Pintu, Ternyata Harta Karun Rp 20 Miliar

Seorang nenek di Romania menemukan batu 3,5 kg yang ternyata adalah amber raksasa bernilai Rp 20 miliar.

Baca Selengkapnya →
Wujud Bangkai Kapal Romawi yang Ditemukan di Perairan Italia
CYBER SECURITY

Wujud Bangkai Kapal Romawi yang Ditemukan di Perairan Italia

Sebuah organisasi Italia menemukan bangkai kapal Romawi di perairan lepas pantai Sisilia pada Sabtu (8/9).

Baca Selengkapnya →
Meta Prediksi Perdagangan Berbasis AI Akan Tumbuh Hingga USD 5 Triliun
TEKNOLOGI & IT

Meta Prediksi Perdagangan Berbasis AI Akan Tumbuh Hingga USD 5 Triliun

Meta memprediksi perdagangan berbasis agentic AI akan tumbuh hingga USD 5 triliun pada tahun 2030.

Baca Selengkapnya →