3 mnt baca (445 kata)
| |
INDUSTRI IT 10 August 2026, 10:15 WIB

Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa
Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa

Lebih dari 500 yurisdiksi di AS menolak pembangunan data center karena kekhawatiran penggunaan sumber daya. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Gedung data center Meta di Mansfield AS. (Dok. Grant Blankenship / Georgia Public Broadcasting)
Foto: Gedung data center Meta di Mansfield AS. (Dok. Grant Blankenship / Georgia Public Broadcasting)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih banyak negara bagian di Amerika Serikat (AS) yang menolak pembangunan data center. Penolakan ini dipicu kekhawatiran terkait penggunaan listrik, air, hingga lahan yang lebih boros dari biasanya.

Laporan The Information mencatat lebih dari 500 yurisdiksi AS memblokir atau membatasi pusat data baru. Dengan lebih dari 150 kota dan kabupaten melarang pembangunan sementara ataupun permanen hanya pada bulan Juli saja.

Heatmap mencatat jumlah aturan lokal yang restriktif terkait hal tersebut mencapai lebih dari 530 di 42 negara bagian. Hampir 190 aturan telah diadopsi sejak 1 Juni 2026.

Sementara itu, Heatmap mencatat lebih dari 50 pusat data telah dibatalkan sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut dua kali lipat dari pembatalan yang dilakukan tahun lalu, dikutip dari AI Weekly, berdasarkan laporan The Information, Senin (10/8/2026).

Laporan The Information juga mencatat perubahan masalah ini bukan hanya soal zonasi lokal. Namun juga adanya intervensi tingkat negara bagian masing-masing.

Salah satunya Gubernur Kathy Hochul yang memberlakukan moratorium satu tahun untuk izin lingkungan diskresioner dalam tiap pusat data di New York dengan kapasitas 50 megawatt atau lebih. Aturan ini tertulis dalam Peraturan Eksekutif 62.

Gubernur Texas Greg Abbot juga telah mengerahkan lembaga-lembaga setempat untuk menyetop persetujuan pusat data hingga audit selesai.

Gelombang protes pembangunan pusat data memang terus terdengar. Bahkan kebanyakan berakhir ricuh hingga penangkapan terjadi.

Setidaknya sepanjang 2026 terdapat 37 aksi penangkapan warga. Sebanyak 12 insiden juga melibatkan polisi yang menghadang massa tidak mendatangi pejabat setempat.

Salah satu yang ditangkap adalah Pablo Payan (42) seorang manajer pemeliharaan di Indiana saat menghadiri forum penolakan pembangunan data center milik Amazon di kota Hobart. Dia ditangkap hanya karena menolak menyebut nama lengkap sebelum bicara.

Iklan Sponsor / Advertisement

Guru fisika di Kansas bernama Lux Claridge juga ditangkap karena bertepuk tangan di tengah rapat umum. Reaksinya itu sebagai dukungan warga lain yang menolak proyek data center seluas 1.000 hektar.

Claridge dianggap melanggar aturan dari pejabat setempat yang telah melarang peserta rapat menjetikkan jari dan bertepuk tangan.

Sementara itu, mereka yang protes menyuarakan kemuakan sikap pejabat yang lebih memprioritaskan kepentingan Big Tech dibandingkan masyarakatnya.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Demo Besar-Besaran Tolak Data Center, 37 Orang Ditangkap Polisi
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Rakyat Ngamuk, Ramai-Ramai Tolak Proyek Data Center Raksasa. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Karyawan Biasa Dipenjara Gara-Gara Kasih Tahu Soal Ini ke China
INDUSTRI IT

Karyawan Biasa Dipenjara Gara-Gara Kasih Tahu Soal Ini ke China

Mantan karyawan SK Hynix dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena membocorkan informasi teknologi chip ke perusahaan China. Simak!

Baca Selengkapnya →
Invasi Piton di Amerika Kian Mengerikan, 28 Ribu Ular Disingkirkan
TEKNOLOGI & IT

Invasi Piton di Amerika Kian Mengerikan, 28 Ribu Ular Disingkirkan

Pemenang Python Challenge 2026 diumumkan oleh FWC (Florida Fish and Wildlife Conservation Commission).

Baca Selengkapnya →
Telkom Pisahkan Aset Rp 49,9 Triliun, InfraNexia Siap Jadi Mesin Cuan Baru
TEKNOLOGI & IT

Telkom Pisahkan Aset Rp 49,9 Triliun, InfraNexia Siap Jadi Mesin Cuan Baru

Telkom lanjutkan transformasi bisnis dengan Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp49,9 triliun, perkuat InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale

Baca Selengkapnya →