Jakarta — Nilai saham Roblox mengalami penurunan sebesar 70% selama setahun terakhir. Hal ini mengakibatkan nilainya di pasar turun mencapai USD 70 miliar atau sekitar Rp 1,2 triliun.
Para eksekutif mengatakan salah satu alasan terbesar mengapa nilai pasarnya anjlok ialah tidak cukup banyak pengalaman atau game viral di dalam platform Roblox, sehingga jumlah pemainnya tidak sebanyak biasanya, dilansir Dexerto, Rabu (12/8/2026).
Menurut pengakuan Roblox, pengguna aktifnya turun menjadi 123 juta selama kuartal kedua. Padahal, sebelumnya mereka bisa mengumpulkan jumlah pemain tertinggi sebesar 152 juta pada kuartal ketiga 2025.
Selain itu, laporan perusahaan mengungkapkan menyusutnya minat pemain untuk berbelanja di dalam permainan. Pada periode tersebut, pengeluaran pemain hanya tumbuh sebesar 8%, setelah sebelumnya mencatatkan peningkatan yang jauh lebih kuat.
Dalam laporan pendapatan resminya, hal itu juga berkaitan dengan kurangnya game viral. Jadi, para pemain lebih banyak menghabiskan waktu pada pengalaman atau game yang menghasilkan pendapatan lebih sedikit bagi platform tersebut.
"Kami mengaitkan kekurangan monetisasi yang tak terduga ini dengan pergeseran keterlibatan yang lebih besar dari perkiraan, dari game viral lawas tahun 2025 yang menghasilkan monetisasi tinggi ke kombinasi pengalaman baru dan abadi dengan monetisasi per jam yang lebih rendah," kata CFO perusahaan, Naveen K. Chopra.
Chopra menambahkan, pergeseran komposisi konten yang ini diperparah oleh perubahan algoritma