5 mnt baca (919 kata)
| |
TEKNOLOGI & IT 10 August 2026, 11:22 WIB

Spin-Off Rampung, InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik

Sumber Resmi: DetikInet Teknologi
DevNetCUK Tech Digest
Spin-Off Rampung, InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik
Spin-Off Rampung, InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp 49,9 triliun.

Iklan Sponsor / Advertisement

Jakarta — PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), semakin memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale setelah menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2. Transaksi tahap kedua ini memiliki nilai mencapai Rp 49,9 triliun.

Langkah tersebut melanjutkan penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif berlaku sejak Januari 2026. Secara keseluruhan, pengalihan aset dan bisnis dalam proses spin-off mencapai Rp 85,7 triliun dan memperkuat InfraNexia dalam mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi salah satu tonggak penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup. Langkah tersebut juga selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN.

Menurut Dian, melalui spin-off tersebut Telkom dapat mempertajam fokus pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih lincah dalam menangkap peluang pasar, memperluas kolaborasi, serta menciptakan nilai jangka panjang.

Di sisi lain, TelkomGroup juga mendorong akselerasi strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti data center, tower, dan jaringan fiber. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset rampung, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga core backbone serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia. Panjang jaringan tersebut hampir setara tiga kali keliling bumi.

Dengan kepemilikan aset tersebut, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.

Ia menambahkan, Spin-Off InfraCo Tahap 2 tidak hanya ditujukan untuk membangun bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing, tetapi juga meningkatkan pengalaman pelanggan.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan," tuturnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat bisnis infrastruktur digital melalui optimalisasi pemanfaatan aset strategis, peningkatan efisiensi operasional dan investasi, serta pengembangan bisnis melalui kemitraan strategis.

Inisiatif ini sekaligus mendukung transisi Telkom menuju strategic holding dengan penguatan struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai dan sinergi antarentitas. Melalui pemisahan tersebut, TelkomGroup diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.

"Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup," katanya.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global.

Meski kepemilikan saham mayoritas dipegang Telkom dengan porsi lebih dari 99%, InfraNexia akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal dan berkualitas tinggi sekaligus mendukung upaya TelkomGroup memperluas penetrasi fixed broadband guna mempercepat pemerataan konektivitas digital di Indonesia.

Transformasi tersebut sejalan dengan praktik sejumlah operator telekomunikasi global dalam memperkuat bisnis infrastruktur digital. Melalui pembentukan entitas infrastruktur yang lebih fokus, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemitraan strategis, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Iklan Sponsor / Advertisement

Pendekatan serupa telah diterapkan sejumlah operator internasional, seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN, dalam mengembangkan bisnis wholesale connectivity yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menegaskan bahwa penyelesaian spin-off menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam memperkuat bisnis infrastruktur konektivitas wholesale.

"Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami-mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing," ujarnya.

Ia menambahkan, InfraNexia juga telah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network untuk menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan InfraNexia dalam mengembangkan konektivitas yang mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia, dengan tetap menempatkan pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan sebagai fokus utama.

Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi wujud upaya TelkomGroup memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pelanggan wholesale, tetapi juga bagi ekosistem digital nasional secara keseluruhan.

Proses transaksi dilakukan secara seamless sehingga tidak berdampak pada layanan pelanggan. TelkomGroup juga memastikan seluruh proses transaksi dilakukan secara transparan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Inovasi Telkom: Bangun BTS Ramah Lingkungan dari Sabang Sampai Merauke!

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari DetikInet Teknologi. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di DetikInet Teknologi →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: DetikInet Teknologi

Spin-Off Rampung, InfraNexia Kelola 112 Ribu Km Fiber Optik. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Suka Gonta-Ganti Kelamin, Rahasia Kesukaan Warga RI Kini Diungkap
INDUSTRI IT

Suka Gonta-Ganti Kelamin, Rahasia Kesukaan Warga RI Kini Diungkap

Penelitian terbaru mengungkap rahasia bunga alpukat yang berganti kelamin setiap hari.

Baca Selengkapnya →
Menko Polkam Ungkap Tantangan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla
CYBER SECURITY

Menko Polkam Ungkap Tantangan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla

Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan operasi modifikasi cuaca sebagai solusi efektif untuk memadamkan kebakaran hutan di Indonesia.

Baca Selengkapnya →
Pakai Baju ini Biar Wajah Tak Bisa Dilacak dan Dikenali Kamera
INDUSTRI IT

Pakai Baju ini Biar Wajah Tak Bisa Dilacak dan Dikenali Kamera

Pendiri SecKC, Bill Swearington, temukan cara menghindari deteksi kamera pengawas dengan pola khusus.

Baca Selengkapnya →