3 mnt baca (512 kata)
| |
CYBER SECURITY 14 August 2026, 10:30 WIB

Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya

Taiwan mendeteksi serangan siber berbasis AI yang menyasar lembaga pemerintah. Perusahaan Israel, Dream, menuding China sebagai pelaku di balik serangan ini.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Taiwan mendeteksi serangan siber yang ditenagai kecerdasan buatan (AI) menyasar sejumlah lembaga pemerintah pada Juli lalu. Perusahaan AI asal Israel, Dream, menuding China berada di balik serangan tersebut.

Kementerian Urusan Digital Taiwan atau Ministry of Digital Affairs (MDA) menyebut serangan tersebut sebagai serangan "abnormal" yang berasal dari luar negeri dan mulai terdeteksi pada 20 Juli.

National Institute of Cyber Security kemudian mengeluarkan serangkaian peringatan selama penyelidikan berlangsung.

Pejabat Taiwan tidak secara langsung menuding China sebagai pelakunya.

Tudingan tersebut datang dari Dream, yang disebut mendeteksi serangan tersebut. Perusahaan ini menyebut hacker yang terhubung dengan China diduga berada di balik serangan tersebut.

Meski demikian, Dream tidak mengaitkan serangan dengan kelompok tertentu.

Dream menyebut penggunaan bahasa China Sederhana dalam komunikasi internal yang terkait dengan peretasan menunjukkan kemungkinan besar operator memiliki hubungan dengan China.

Dream menjelaskan penyerang menggunakan agen AI open-source untuk membangun perangkat peretasan otonom yang bekerja layaknya sebuah tim siber terkoordinasi.

Dream menggambarkan insiden tersebut sebagai jenis pelanggaran pertama yang menggunakan metode semacam itu.

Perangkat ini disebut berhasil membobol sedikitnya 85 akun pengguna pemerintah dan mengambil lebih dari 2.500 catatan personel.

Serangan kemudian meluas ke badan keselamatan nuklir Taiwan dan sedikitnya tujuh perusahaan energi.

MDA mengatakan penyelidikan menunjukkan serangan memiliki karakteristik jelas berasal dari luar negeri.

Hacker menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan operasi manual dan serangan berbantuan agen AI, termasuk Open Claw.

"Sumber serangan, metode, dan cakupan dampak terkait semuanya telah diselidiki secara menyeluruh, dan unit-unit yang terdampak secara bertahap telah menyelesaikan penanganannya," kata kementerian tersebut, dikutip dari The Guardian.

Merespons isu ini, pemerintah Taiwan menetapkan pedoman perlindungan dan memperkuat pemantauan sistem untuk menghadapi jenis ancaman baru tersebut. Namun, pernyataan resmi Taiwan tidak menyebut China.

Kantor Urusan Taiwan China juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai serangan tersebut.

Iklan Sponsor / Advertisement

Taiwan dalam beberapa tahun terakhir menuding China melakukan "perang hibrida", mulai dari latihan militer di sekitar pulau, kampanye disinformasi, hingga serangan siber.

Badan Keamanan Nasional Taiwan pada Januari menyebut serangan siber China terhadap infrastruktur penting di Taiwan meningkat 6 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Serangan tersebut rata-rata mencapai 2,63 juta kali per hari.

Badan itu juga menyebut sebagian serangan siber berlangsung berbarengan dengan latihan militer dalam bentuk ancaman hibrida yang bertujuan melumpuhkan Taiwan.

Ancaman serangan siber yang ditenagai AI disebut semakin berkembang dalam beberapa bulan terakhir setelah sejumlah laboratorium AI merilis model yang mampu melakukan pengintaian, mencari kerentanan, dan memanfaatkannya dengan cepat.

(lom)

Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Bukan Cuma Lele di Selokan, RT Ini Punya Inovasi Lain yang Go International
TEKNOLOGI & IT

Bukan Cuma Lele di Selokan, RT Ini Punya Inovasi Lain yang Go International

Indonesia punya RT yang jadi panutan tak cuma nasional, tapi sampai go international. RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Duren Sawit, bahkan diberi award dari China.

Baca Selengkapnya →
Manusia Kawin Campur dengan Spesies Lain, Ilmuwan Ungkap Lokasinya
INDUSTRI IT

Manusia Kawin Campur dengan Spesies Lain, Ilmuwan Ungkap Lokasinya

Penelitian baru mengungkap lokasi kawin silang Homo sapiens dan Neanderthal di Pegunungan Zagros. Simak!

Baca Selengkapnya →
Perpres Ojol Sudah Final, Dasco Sebut Atur Antar Orang dan Barang
INDUSTRI IT

Perpres Ojol Sudah Final, Dasco Sebut Atur Antar Orang dan Barang

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyatakan finalisasi Perpres Ojol masih menunggu satu tahapan.

Baca Selengkapnya →