3 mnt baca (585 kata)
| |
INDUSTRI IT 08 August 2026, 14:00 WIB

Tanda Kiamat Muncul dari Sikat Gigi

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Tanda Kiamat Muncul dari Sikat Gigi
Tanda Kiamat Muncul dari Sikat Gigi

Sikat gigi, barang sepele, ternyata berkontribusi pada perubahan iklim. Penggunaan plastik dalam sikat gigi modern jadi masalah lingkungan serius.

Iklan Sponsor / Advertisement
Ilustrasi Sikat Gigi. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Sikat Gigi. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia — Sikat gigi mungkin merupakan barang sepele yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun ternyata, peneliti bisa menemukan tanda-tanda kiamat dari barang kecil ini.

Salah satu tanda kiamat semakin dekat adalah perubahan iklim, seperti perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka panjang. Meskipun perubahan iklim tersebut berlangsung secara alami, berbagai aktivitas manusia sejak era 1800-an mampu memicu perubahan global.

Adapun, ragam aktivitas yang dapat memicu perubahan global tersebut adalah pembakaran bahan bakar fosil, efek gas rumah kaca, hingga penggunaan sikat gigi.

Lantas, bagaimana sikat gigi dapat berkontribusi terhadap perubahan global?

Pada era 1900-an silam, sikat gigi, obat kumur (mouthwash), dan benang gigi untuk menjaga kebersihan gigi. Namun, sejak sikat gigi modern mulai ditemukan, perubahan iklim mulai terjadi.

Pada zaman dahulu, sikat gigi dibuat dengan bahan alami, seperti bambu atau kulit kayu. Seiring berjalannya waktu, bahan dasar sikat gigi mulai bervariasi, seperti menggunakan tulang hewan sebagai gagang dan kulit hewan sebagai sikat.

Namun, sejak 1900-an sikat gigi mulai mengandung bahan yang tidak ramah lingkungan, yakni gagang yang terbuat dari plastik dan bulu sikat dari nilon. Menurut Greenbiz, kedua bahan tersebut tergolong sebagai benda yang tidak dapat diperbaharui dan sangat sulit untuk terurai dalam waktu singkat sehingga berbahaya bagi manusia.

Menurut National Geographic, permasalahan ini yang membuat sikat gigi menjadi bagian dari krisis lingkungan. Kenapa?

Sebagai informasi, sikat gigi termasuk sebagai benda yang tidak bertahan lama. Menurut American Dental Association (ADA), idealnya sikat gigi diganti setiap tiga sampai empat bulan sekali. Dengan demikian, seseorang harus membuang sikat gigi dan menggantinya sebanyak tiga sampai empat kali setiap tahunnya.

Sebagai perhitungan, jika total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 273 juta dan diasumsikan rutin mengganti sikat gigi, setidaknya ada lebih dari satu miliar sampah sikat gigi dalam satu tahun. Sebagai catatan, jumlah tersebut masih di luar angka dari seluruh orang di dunia.

Bila dihitung berdasarkan jumlah manusia di dunia, yakni delapan miliar orang maka ada setidaknya ada sekitar 24 miliar limbah sikat gigi dalam satu tahun.

Lalu, bila asumsi pergantian itu rutin terjadi maka setiap orang akan menggunakan sekitar 280 sampai 300 sikat gigi sampai berusia 75 tahun. Jumlah tersebut belum dikalikan dengan jumlah manusia di bumi.

Berdasarkan laporan National Geographic, jumlah sampah sikat gigi di Amerika Serikat (AS) yang berpenduduk 331 juta jiwa setara dengan empat lilitan bumi dalam setahun.

Iklan Sponsor / Advertisement

Menurut Haeckels, perusahaan yang memproduksi barang ramah lingkungan di Inggris, ada sekitar 264 juta sikat gigi yang dibuang karena lewat batas pakai. Kalkulasi ini belum termasuk model sikat gigi listrik yang terdapat baterai yang tidak ramah lingkungan.

Serupa dengan plastik, sikat gigi pun baru bisa terurai setelah 200-700 tahun. Selama itu, Massachusetts Institute of Technology mengatakan bahwa plastik akan mengeluarkan gas rumah kaca. Jika berada di laut, plastik dapat mematikan kehidupan zooplankton yang memiliki peran untuk menyerap karbon.

"Sangat sulit untuk menemukan opsi sikat bebas plastik. Plastik biodegradable tidak selalu lebih baik untuk bumi daripada plastik yang lebih tradisional," tulis jurnalis Alejandra Borunda di National Geographic

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat Kian Jelas, Kini Muncul di Susu hingga Sawah
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Tanda Kiamat Muncul dari Sikat Gigi. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun Ini, Komdigi Evaluasi Besar-besaran
TEKNOLOGI & IT

IGRS Ditargetkan Aktif Lagi Tahun Ini, Komdigi Evaluasi Besar-besaran

Komdigi menargetkan IGRS aktif lagi tahun ini setelah evaluasi menyeluruh terhadap sistem, kebijakan, proses, dan tata kelola rating game.

Baca Selengkapnya →
Samsung Galaxy Z Flip8, Stylish dengan AI Lebih Cerdas
TEKNOLOGI & IT

Samsung Galaxy Z Flip8, Stylish dengan AI Lebih Cerdas

Samsung Galaxy Z Flip8 bergaya clamshell terbaru hadir untuk pengguna yang menginginkan smartphone stylish dengan pengalaman AI yang lebih cerdas dan intuitif.

Baca Selengkapnya →
Pre-order GTA VI Cetak Rekor, Cuan Take-Two Tembus Rp24,7 T
CYBER SECURITY

Pre-order GTA VI Cetak Rekor, Cuan Take-Two Tembus Rp24,7 T

Geliat pemesanan awal atau pre-order Grand Theft Auto VI (GTA VI) langsung mencatatkan rekor fantastis.

Baca Selengkapnya →