3 mnt baca (527 kata)
| |
INDUSTRI IT 09 August 2026, 06:30 WIB

Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus
Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus

AI kini mampu merancang virus, membuka peluang baru dalam pengembangan obat. Namun, muncul kekhawatiran tentang keamanan dan potensi penyalahgunaan teknologi.

Iklan Sponsor / Advertisement
AI artificial intelligence. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelegence/AI) memasuki babak baru di bidang biologi. Para ilmuwan berhasil menggunakan AI untuk merancang virus yang kemudian dapat dibuat dan berfungsi di laboratorium.

Mengutip The Guardian, terobosan ini membuka peluang besar untuk pengembangan obat, tetapi sekaligus memunculkan kekhawatiran serius mengenai keamanan biologis dan potensi penyalahgunaan teknologi.

Virus yang dirancang dalam penelitian tersebut merupakan bakteriofag, yakni jenis virus yang secara khusus menyerang bakteri. Bakteriofag selama ini telah dipelajari dan digunakan sebagai alternatif untuk menangani infeksi bakteri, termasuk kasus ketika bakteri telah resisten terhadap pengobatan tertentu.

Dalam uji laboratorium, campuran virus yang dirancang AI tersebut berhasil membunuh bakteri E. coli yang resisten terhadap bakteriofag alami.

Insinyur kimia di Universitas Stanford, California, Dr. Brian Hie memanfaatkan model AI yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan urutan genetik, atau dapat dianalogikan sebagai "model bahasa" untuk kode genetik.

"Kemampuan untuk merancang dengan cepat genom dan menyesuaikannya pada mikroba tertentu sekaligus mengatasi resistensi dapat mengubah terapi fag dan memperluas perangkat bioteknologi, tulis para peneliti dalam jurnal Science, dikutip Minggu (9/8/2026).

Namun di luar manfaat potensial tersebut, para ilmuwan mengatakan bahwa penelitian ini memunculkan pertimbangan penting terkait keselamatan hayati, pengendalian hayati, dan keamanan hayati. Serta, mendesak pihak lain yang merancang genom utuh untuk berkonsultasi dengan para ahli keselamatan dan keamanan sepanjang proyek.

Dalam artikel pendamping, Prof. Tom Inglesby dan Dr. Moritz Hanke dari Pusat Keamanan Kesehatan di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, memperkuat peringatan tersebut. Menurutnya, meskipun terobosan ini menjanjikan untuk aplikasi ilmu kehidupan, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mendesak terkait biosafety dan biosecurity.

"Kemampuan untuk menyusun genom virus menggunakan AI generatif kini sudah ada; namun, tata kelola untuk mengarahkannya dengan aman belum ada," ungkapnya.

Hie dan rekan-rekannya menggunakan model AI bernama Evo1 dan Evo2 untuk merancang genom virus baru tersebut. Model-model tersebut dilatih menggunakan data genetik dari 2 juta bakteriofag. Kode genetik untuk virus yang dapat menginfeksi tumbuhan, manusia, atau hewan lain sengaja dikecualikan dari pelatihan AI tersebut guna mengurangi risiko AI merancang virus berbahaya.

Iklan Sponsor / Advertisement

Sementara dosen senior bidang sains dan keamanan internasional di King's College London, Dr. Filippa Lentzos mengatakan, titik paling penting untuk melakukan intervensi saat ini adalah pada tahap pembuatan DNA.

Menurutnya, hal ini penting untuk melihat gambaran tata kelola yang lebih luas dan tidak hanya memfokuskan regulasi pada model AI.

"Pendekatan berlapis lebih masuk akal: langkah-langkah pengamanan seputar pengembangan dan akses model, tinjauan penelitian yang bertanggung jawab, penyaringan sintesis, serta standar keselamatan dan keamanan hayati laboratorium yang telah ditetapkan," tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Ingram Micro Indonesia Ungkap Tantangan Adopsi AI
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Era Baru Bioteknologi, AI Kini Mampu Rancang Virus. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Jadi Juragan AI, Pemuda Drop Out Ini Kekayaannya Rp 60 Triliun
TEKNOLOGI & IT

Jadi Juragan AI, Pemuda Drop Out Ini Kekayaannya Rp 60 Triliun

James Dacombe, pendiri perusahaan chip AI Olix verusia 25 tahun, masuk dalam jajaran miliarder Inggris

Baca Selengkapnya →
Gawat! GTA 6 Bisa Tunda Rilis Lagi Meski Sudah Buka Pre-order
TEKNOLOGI & IT

Gawat! GTA 6 Bisa Tunda Rilis Lagi Meski Sudah Buka Pre-order

Mantan pengembang game di Rockstar menyampaikan bahwa penundaan rilis GTA 6 kemungkinan bisa terjadi lagi. Bahkan, meskipun penerbitnya telah membuka pre-order.

Baca Selengkapnya →
Suami Akui Selingkuh, Simpanannya Bikin Sang Istri Tak Menyangka
TEKNOLOGI & IT

Suami Akui Selingkuh, Simpanannya Bikin Sang Istri Tak Menyangka

Seorang perempuan (35) sedang kebingungan karena suaminya (36) mengaku telah berselingkuh. Namun, saat tahu siapa selingkuhannya, perempuan ini makin dilema.

Baca Selengkapnya →