5 mnt baca (948 kata)
| |
INDUSTRI IT 13 August 2026, 06:45 WIB

Krisis Chip Menggila, Google Pixel 11 Makin Mahal tapi RAM Dipangkas

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Krisis Chip Menggila, Google Pixel 11 Makin Mahal tapi RAM Dipangkas
Krisis Chip Menggila, Google Pixel 11 Makin Mahal tapi RAM Dipangkas

Google meluncurkan Pixel 11 dengan 4 varian dan harga lebih tinggi. Simak selengkapnya!

Iklan Sponsor / Advertisement
Google Pixel 11 Pro. (Dok. Google)
Foto: Google Pixel 11 Pro. (Dok. Google)

Jakarta, CNBC Indonesia - Google meluncurkan seri HP Pixel 11 terbaru, terbagi menjadi 4 varian. Masing-masing adalah Google Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Selain itu, Google juga memperkenalkan perangkat jam pintar Watch 5.

Di tengah krisis kelangkaan chip memori global, Google juga tak kuasa menahan harga jual tetap stabil. Semua model Pixel 11 terbaru dibanderol dengan harga lebih tinggi US$100 (Rp1,7 jutaan) dibandingkan pendahulunya.

Pixel Watch 5 juga mengalami kenaikan harga US$50 (Rp800.000-an) dibandingkan model sebelumnya. Berikut daftar harga perangkat terbaru yang dirilis Google, dikutip dari Engadget, Kamis (13/8/2026):

  • Pixel 11: US$899 (Rp16 juta)
  • Pixel 11 Pro: US$1,099 (Rp19,6 juta)
  • Pixel 11 Pro XL: US$1,299 (Rp23,2 juta)
  • Pixel 11 Pro Fold: US$1,899 (Rp33,9 juta)
  • Pixel Watch 5: US$399 (Rp7 juta)
  • Di luar berbagai peningkatan seperti chip baru, layar yang lebih cerah, serta kamera yang lebih lebar, ada beberapa kompromi yang terpaksa dilakukan Google dalam menghadapi biaya komponen yang kian mahal.

    Pixel 11 dan Pixel 11 Pro kini dibekali kapasitas penyimpanan dasar 256GB atau dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, sehingga membuat harganya kurang lebih setara dengan model tahun lalu. Sementara itu, varian Pro XL, Pro Fold baru, serta pendahulunya memang sudah memulai kapasitas penyimpanan dari angka tersebut.

    Di sisi lain, Google justru memangkas kapasitas RAM pada versi dasar Pixel 11 Pro dan Pro XL. Kedua model tersebut kini hanya memiliki RAM 12GB, berkurang dibanding RAM 16GB yang ada pada perangkat seri Pixel 9 dan 10. Pengguna tetap dapat memilih versi yang lebih mahal dengan RAM 16GB.

    Dampak dari penurunan ini mungkin tidak akan terlalu terasa jika pengguna hanya memanfaatkan ponsel untuk aktivitas ringan seperti berkirim pesan, berselancar di internet, atau menonton streaming video.

    Namun, jika kebutuhannya lebih berat seperti mengedit video atau bermain game, kapasitas RAM yang lebih rendah kemungkinan akan terasa kurang.

    "Industri teknologi saat ini sedang menghadapi kelangkaan RAM yang cukup parah dari sisi pemasok. Kami perlu menyesuaikan harga dan konfigurasi RAM pada Pixel 11 untuk memitigasi hal ini, sekaligus tetap memberikan nilai maksimal bagi konsumen kami," kata juru bicara Google, dikutip dari Engadget.

    "Meski begitu, kami terus melakukan rekayasa teknologi secara agresif untuk mengatasi tantangan ini. Pendekatan full-stack pada Pixel memungkinkan kami mengoptimalkan cara model AI di dalam perangkat memuat dan berjalan, sehingga perangkat keras kami tetap efisien, cepat, dan sangat responsif," ia menuturkan.

    Lebih lanjut, juru bicara Google mengatakan optimalisasi software dan chip diharapkan bisa menghadirkan performa yang lebih cepat dan lancar dari model Pro sebelumnya jika dibandingkan dengan varian SSD 256GB yang setara pada tahun lalu.

    Jika Google memang mampu menghadirkan peningkatan performa meski dengan RAM yang lebih kecil, pemangkasan memori pada model Pro baru ini cukup masuk akal demi menekan kenaikan harga agar tetap rasional.

    Namun perlu diingat, Google merupakan salah satu pemain utama di industri AI generatif. Alasan utama mengapa harga RAM, storage, dan chip jauh lebih mahal dibanding tahun lalu adalah karena perusahaan-perusahaan AI terus memborong komponen-komponen tersebut untuk membangun pusat data (data center) mereka. Jadi, Google tetap memiliki andil dalam terjadinya krisis RAM ini.

    Spesifikasi Google Pixel 11 Series

    Lini flagship terbaru Gogole dipersenjatai peningkatan kamera besar-besaran, ketahanan bodi yang makin tangguh, hingga dapur pacu terganas lewat chip in-house Google Tensor G6 yang menjalankan model AI Gemini Nano.

    Tak cuma mengandalkan fitur AI intuitif untuk memanjakan pengguna, jajaran Pixel 11 juga membawa gebrakan desain. Camera bar khas Pixel kini dibuat 40% lebih tipis, membuat bodi belakangnya nyaris rata saat menggunakan casing resmi.

    Khusus varian Pixel 11 Pro dan Pro XL, Google memasang layar Super Actua dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 3.600 nits atau paling terang yang pernah dibuat Google. Lapisan pelindungnya diklaim dua kali lebih tahan goresan dibanding generasi sebelumnya.

    Sektor daya juga mendapat suntikan performa. Ketiga seri Pixel 11, Pixel 11 Pro, dan Pixel 11 Pro XL kini mendukung pengisian nirkabel Qi 2.2 25W, hingga pengisian cepat via kabel yang sanggup memberikan daya tahan 15 jam hanya dalam pengisian 15 menit pada varian Pro XL.

    Iklan Sponsor / Advertisement

    Bawa Fitur Notifikasi Lampu 'HiLight' dan Kamera Super Zoom 120x

    Salah satu keunikan yang diboyong Pixel 11 Pro dan Pro XL adalah fitur HiLight. Fitur ini memanfaatkan lampu LED berwarna di sekitar flash kamera untuk memberikan notifikasi visual secara intuitif saat ponsel diletakkan menghadap ke bawah. Lampu akan menyala dengan pola tertentu ketika Gemini AI sedang merespons, atau memancarkan warna khusus saat ada panggilan dari kontak penting.

    Di sektor fotografi, Pixel 11 reguler kini dibekali sensor utama 48 MP yang menangkap cahaya 56% lebih banyak, serta kamera telefoto 5x dengan kemampuan Super Zoom hingga 30x.

    Sementara itu, varian Pro dan Pro XL melangkah lebih jauh lewat dukungan Pro Zoom hingga 120x, mode Portrait pada pembesaran 5x, dan pemrosesan Night Sight yang 4,5 kali lebih cepat dalam kondisi minim cahaya (low-light).

    Diotaki Chip Tensor G6, Tahan Serangan Komputer Kuantum

    Performa gahar Pixel 11 series tak lepas dari peran chip Google Tensor G6. Komponen CPU baru ini meningkatkan kecepatan browsing hingga 25% dan peluncuran aplikasi 15% lebih cepat. Kinerja TPU yang naik 50% membuat pemrosesan AI on-device berjalan 3,5 kali lebih cepat sekaligus 3,5 kali lebih hemat energi.

    Sektor keamanan pun tak luput dari perhatian. Berkolaborasi dengan chip keamanan Titan M3, Tensor G6 membawa sistem kriptografi pasca-kuantum (post-quantum cryptography) untuk mengamankan proses booting perangkat dari ancaman kejahatan siber di masa depan.

    [Gambas:Video CNBC]
Next Article Transkrip Pesan Suara Lewat Galaxy AI di Galaxy S26 Series
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Krisis Chip Menggila, Google Pixel 11 Makin Mahal tapi RAM Dipangkas. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Cegah Masalah, Ini Pentingnya Perusahaan Lakukan Digitalisasi Dokumen
TEKNOLOGI & IT

Cegah Masalah, Ini Pentingnya Perusahaan Lakukan Digitalisasi Dokumen

Digitalisasi dokumen penting untuk perusahaan agar pengelolaan lebih efisien. DMS dari Softbless membantu mengatur akses dan kontrol dokumen secara terpusat.

Baca Selengkapnya →
Era AI, OJK Minta Bank Perkuat Keamanan Siber
INDUSTRI IT

Era AI, OJK Minta Bank Perkuat Keamanan Siber

OJK aktif awasi keamanan digital perbankan melalui pengawasan on-site dan off-site. Dian Rae menekankan pentingnya mitigasi ancaman siber dan tata kelola AI.

Baca Selengkapnya →
Tak Takut AI, Bos Aplikasi 3D dari Indonesia Malah Punya Agen Pintar
TEKNOLOGI & IT

Tak Takut AI, Bos Aplikasi 3D dari Indonesia Malah Punya Agen Pintar

Bos Assemblr Hasbi Asyadiq tak gentar menghadapi AI. Ia punya agen AI sendiri dan mengandalkan ekosistem Apple untuk mendukung bisnisnya.

Baca Selengkapnya →