3 mnt baca (468 kata)
| |
INDUSTRI IT 14 August 2026, 00:10 WIB

Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak
Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak

Pendiri Google Sergey Brin menyumbang US$102 juta untuk menolak pajak kekayaan miliarder di California.

Iklan Sponsor / Advertisement
Sergey Brin tiba di Vanity Fair Oscar Party pada hari Minggu, 27 Maret 2022, di Pusat Seni Pertunjukan Wallis Annenberg di Beverly Hills, California. (Evan Agostini/Invision/AP/Evan Agostini)
Foto: Sergey Brin tiba di Vanity Fair Oscar Party pada hari Minggu, 27 Maret 2022, di Pusat Seni Pertunjukan Wallis Annenberg di Beverly Hills, California. (Evan Agostini/Invision/AP/Evan Agostini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun telah diberikan oleh pendiri Google Sergey Brin untuk menentang usulan pajak kekayaan bagi miliarder di California, Amerika Serikat.

Mengutip Fortune, tambahan dana sebesar US$20 juta telah disalurkan kepada Building a Better California, sebuah komite aksi politik (PAC) dan organisasi advokasi yang digunakan untuk menolak pajak miliarder di California serta mendukung kebijakan pro-bisnis.

Dengan tambahan tersebut, total sumbangan Brin kepada kelompok itu telah mencapai US$102 juta. Sementara itu, usulan pajak tersebut dijadwalkan akan dimasukkan ke dalam surat suara melalui Proposition 40 pada November mendatang. Dalam aturan yang diusulkan, pajak satu kali sebesar 5% akan dikenakan kepada sekitar 200 miliarder di California.

Sebanyak 90% penerimaan pajak akan dialokasikan untuk program layanan kesehatan negara bagian, sedangkan 10% sisanya digunakan untuk pendidikan, bantuan pangan, dan administrasi.

Dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai hampir US$270 miliar, Brin berpotensi menghadapi kewajiban pajak lebih dari US$13 miliar jika aturan tersebut disahkan.

California, negara bagian dengan populasi terbanyak, telah menjadi pusat perbincangan mengenai ekonomi berbentuk huruf K, atau kesenjangan nasib antara mereka yang memiliki kekayaan dan mereka yang tidak memilikinya.

Meskipun "Golden State" ini memiliki PDB sebesar US$4 triliun, yang menjadikan skala ekonominya setara dengan Inggris, sebanyak 18% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Ini merupakan angka tertinggi di Amerika Serikat, yang sebagian disebabkan oleh tingginya biaya hidup di wilayah tersebut.

Usulan kebijakan yang akan diputuskan melalui pemungutan suara ini telah memicu penolakan di kalangan orang terkaya di California, seperti mantan CEO Google Eric Schmidt dan salah satu pendiri PayPal Peter Thiel, keduanya telah memberikan sumbangan kepada organisasi-organisasi yang menentang usulan tersebut.

Iklan Sponsor / Advertisement

Brin membandingkan usulan itu dengan pengalaman masa kecilnya yang tumbuh dalam sistem sosialis Uni Soviet.

"Saya melarikan diri dari sosialisme bersama keluarga saya pada tahun 1979 dan mengetahui betapa menghancurkan dan menindasnya masyarakat yang tercipta di Uni Soviet akibat sistem tersebut. Saya tidak ingin California berakhir dengan nasib serupa," ujarnya dalam sebuah pernyataan kepada New York Times pada April lalu.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudah Kaya Rp4.500 Triliun, Pendiri Google Menyesal Pensiun
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah
INDUSTRI IT

YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah

YouTube mengumumkan syarat baru monetisasi untuk YouTuber, termasuk 1.000 subscriber dan 8.000 jam tonton.

Baca Selengkapnya →
Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi
CYBER SECURITY

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

El Nino kuat tak hanya membawa cuaca kering, tetapi juga dapat mempercepat kenaikan permukaan laut global.

Baca Selengkapnya →
2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner
TEKNOLOGI & IT

2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner

Mesin jahit Singer merevolusi cara membuat dan memperbaiki pakaian, serta mengubah industri tekstil dan bisnis global.

Baca Selengkapnya →