4 mnt baca (605 kata)
| |
CYBER SECURITY 14 August 2026, 00:30 WIB

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi
Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

El Nino kuat tak hanya membawa cuaca kering, tetapi juga dapat mempercepat kenaikan permukaan laut global.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

El Nino kuat seperti yang tengah terjadi saat ini tak hanya mendorong kenaikan suhu global, tetapi juga dapat membuat permukaan laut rata-rata dunia naik lebih cepat.

Studi terbaru membandingkan dampak El Nino kuat pada 2014-2016 dan 2023-2024 terhadap permukaan laut global.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Oceans itu menemukan kedua peristiwa sama-sama menyebabkan kenaikan permukaan laut rata-rata global, tetapi mekanisme dan kecepatannya berbeda.

El Nino ditandai suhu permukaan laut yang lebih hangat dari normal di wilayah Pasifik tropis, terutama kawasan Niño 3.4.

Jika anomali suhu permukaan laut di wilayah itu positif, kondisi ini disebut El Nino. Sebaliknya, jika indeks menunjukkan angka negatif, maka kondisinya disebut La Nina.

Peneliti menemukan kenaikan permukaan laut selama dua peristiwa tersebut terutama didorong oleh perubahan jumlah air yang berpindah dari daratan menuju laut.

Dikutip dari Phys, ada dua proses utama yang memengaruhi perubahan permukaan laut.

Pertama, perubahan sterik, yakni perubahan volume air laut akibat perubahan suhu dan kepadatan.

Kedua, perubahan baristatik, yakni perubahan jumlah air di laut akibat perpindahan air dari daratan dan es menuju laut atau sebaliknya.

Data penelitian ini menggunakan pengamatan satelit dari Copernicus Marine and Environmental Monitoring Service serta data buoy Argo.

Pada fase perkembangan El Nino 2014-2016, permukaan laut rata-rata global naik sekitar 9,16 milimeter.

Sementara pada El Nino 2023-2024, kenaikannya mencapai sekitar 7,70 milimeter.

Meski angka total pada periode kedua lebih kecil, kenaikannya terjadi dalam waktu jauh lebih singkat sehingga lajunya lebih curam.

Pada 2014-2016, perubahan baristatik menyumbang sekitar 6,20 milimeter atau 68 persen dari total kenaikan. Sementara pada 2023-2024, kontribusinya mencapai sekitar 6,26 milimeter atau 81 persen.

Artinya, sebagian besar kenaikan permukaan laut pada kedua peristiwa El Nino tersebut berasal dari air daratan yang masuk ke laut.

Pada El Nino 2023-2024, kenaikan sterik juga lebih terkonsentrasi di Samudra Hindia. Peneliti mengaitkan kondisi itu dengan menghangatnya air laut serta terjadinya Indian Ocean Dipole (IOD) positif secara bersamaan dengan El Nino.

Studi tersebut menunjukkan perbedaan besar antara dua El Nino juga terlihat di Afrika dan Amerika Utara.

Afrika mengalami kehilangan air daratan yang besar pada 2014-2016, tetapi tidak pada 2023-2024.

Sementara Amerika Utara bergeser dari kontribusi baristatik positif kecil pada peristiwa pertama menjadi kontribusi negatif kuat pada peristiwa kedua.

Iklan Sponsor / Advertisement

Peneliti menyebut curah hujan menjadi faktor utama yang memengaruhi perubahan penyimpanan air di daratan. Pada 2023-2024, Amerika Selatan mengalami defisit hujan yang tajam.

Kondisi tersebut mempercepat aliran permukaan dari daratan ke laut dan meningkatkan perpindahan massa air ke samudra.

Lebih lanjut, El Nino telah terbentuk di Pasifik tropis pada 2026 dan diprediksi menguat. NOAA memperkirakan peluang sebesar 81 persen bahwa El Nino akan mencapai kategori sangat kuat pada Oktober-Desember 2026.

Kategori tersebut berarti anomali suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4 berada di atas 2 derajat Celsius. Jika kondisi itu terjadi, kenaikan permukaan laut global berpotensi berlangsung lebih cepat.

Suhu global yang sudah tinggi sejak awal tahun juga dapat meningkat lebih jauh pada akhir 2026. Kondisi ini dinilai berpeluang berkontribusi terhadap rekor baru suhu global.

(lom)
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah
INDUSTRI IT

YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah

YouTube mengumumkan syarat baru monetisasi untuk YouTuber, termasuk 1.000 subscriber dan 8.000 jam tonton.

Baca Selengkapnya →
Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak
INDUSTRI IT

Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak

Pendiri Google Sergey Brin menyumbang US$102 juta untuk menolak pajak kekayaan miliarder di California.

Baca Selengkapnya →
2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner
TEKNOLOGI & IT

2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner

Mesin jahit Singer merevolusi cara membuat dan memperbaiki pakaian, serta mengubah industri tekstil dan bisnis global.

Baca Selengkapnya →