2 mnt baca (341 kata)
| |
INDUSTRI IT 14 August 2026, 00:40 WIB

YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah

Sumber Resmi: CNBC Indonesia Tech
DevNetCUK Tech Digest
YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah
YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah

YouTube mengumumkan syarat baru monetisasi untuk YouTuber, termasuk 1.000 subscriber dan 8.000 jam tonton.

Iklan Sponsor / Advertisement
A logo hangs from the ceiling in the YouTube Space LA offices production equipment room Wednesday, Oct. 21, 2015, in Los Angeles. (AP Photo/Danny Moloshok)
Foto: Youtube Logo (AP/Danny Moloshok)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pembuat konten di YouTube tidak akan mudah mendapatkan penghasilan dari platform. Baru-baru ini, YouTube mengumumkan syarat terbaru untuk kanal bisa memonetisasi melalui program YouTube Partner Program (YPP).

YouTuber atau pembuat konten perlu memenuhi sejumlah syarat yang diajukan, yakni setidaknya memiliki 1.000 subscriber. Selain itu, kanal juga harus memenuhi salah satu dari dua opsi.

Salah satunya adalah 8.000 jam waktu tonton yang memenuhi syarat dalam setahun terakhir atau 20 juta penayangan Shorts selama 90 hari terakhir, dikutip dari The Verge, Kamis (13/8/2026).

Syarat ini akan mulai diterapkan mulai 1 Februari 2027 mendatang.

Kebijakan baru yang diumumkan YouTube mengalami peningkatan signifikan dibandingkan syarat yang diberlakukan saat ini. Sekarang, kanal yang ingin mendapatkan pendapatan perlu memiliki 1.000 subscriber dengan 4.000 jam waktu tonton selama setahun terakhir.

Opsi lainnya adalah 1.000 subscriber dengan 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari terakhir.

Para kreator juga harus mempertahankan 10 juta penayangan Shorts dalam periode 90 hari. Syarat ini perlu dipenuhi agar kreator bisa mendapatkan penghasilan dari Shorts Creator Pool.

Selain itu, para kreator juga bisa mendapatkan pendapatan lebih dari layanan Premium Lite. YouTube akan melakukan perluasan cakupan ke semua negara yang telah memiliki YouTube Premium sebelumnya.

Iklan Sponsor / Advertisement

YouTube membagikan pendapatan langganan berdasarkan waktu tonton dan jumlah penayangan. Yakni mencapai 55% pada video berdurasi panjang dan 45% untuk Shorts.

"Dengan tambahan pelanggan, kreator bisa mengharapkan penghasilan lebih tinggi, saat pengguna berlangganan Premium, mitra mendapatkan rata-rata pendapatan lebih besar dibandingkan saat pengguna menonton iklan," jelas YouTube.

[Gambas:Video CNBC]
Next Article YouTube Stop Bayar Kreator Asal, Begini Aturan Baru Buat Konten
Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNBC Indonesia Tech. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNBC Indonesia Tech →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNBC Indonesia Tech

YouTube Setop Bayar YouTuber Ini, Cari Duit dari Konten Makin Susah. — Dari sisi infrastruktur, setiap berita industri sebaiknya ditelaah dari 3 aspek penilaian: apakah berdampak pada keamanan, apakah berdampak pada skala/kapasitas, dan apakah berdampak pada SLA layanan. Gunakan 3 kriteria ini untuk menyaring agenda prioritas mingguan tim IT.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi
CYBER SECURITY

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

El Nino kuat tak hanya membawa cuaca kering, tetapi juga dapat mempercepat kenaikan permukaan laut global.

Baca Selengkapnya →
Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak
INDUSTRI IT

Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak

Pendiri Google Sergey Brin menyumbang US$102 juta untuk menolak pajak kekayaan miliarder di California.

Baca Selengkapnya →
2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner
TEKNOLOGI & IT

2 Agustus 1851: Isaac Singer Patenkan Mesin Jahit Revolusioner

Mesin jahit Singer merevolusi cara membuat dan memperbaiki pakaian, serta mengubah industri tekstil dan bisnis global.

Baca Selengkapnya →