Jakarta — Dalam waktu sekitar lima miliar tahun dari sekarang, Matahari kita diperkirakan akan kehabisan bahan bakar hidrogen, mengembang menjadi raksasa merah yang pada akhirnya akan menelan Bumi atau melemparnya keluar dari orbit. Peristiwa ini hampir pasti menjadi akhir seluruh kehidupan di Bumi.
Namun, mungkin ada cara bagi umat manusia untuk selamat dari kematian Matahari tanpa harus meninggalkan planet, sebagaimana diuraikan peneliti independen Gabriel Harry dalam makalah yang telah disetujui untuk diterbitkan di Journal of the British Interplanetary Society.
Gagasan ini harus diakui terdengar sangat mustahil, tapi adalah sebuah eksperimen pemikiran menarik yang ia klaim dapat membuat Bumi tetap layak huni selama 9,1 juta miliar tahun lagi.
Pertama, ia mengusulkan untuk menutupi Matahari agar Bumi tidak terbakar hangus dengan menempatkan perisai pelindung matahari raksasa di titik Lagrange 1, yang merupakan titik keseimbangan gravitasi antara Matahari dan Bumi.
"Kita harus menutupi area langit seluas 70 derajat untuk memastikan raksasa merah tersebut sepenuhnya terhalang," tulisnya, dikutip detikINET dari Futurism. Perisai itu pastinya akan berukuran sangat masif, membutuhkan radius sekitar 698.000 km, yang diikat menggunakan tambatan karbon sepanjang 1,9 juta kilometer.
Untuk menggantikan radiasi panas yang kini terhalang tersebut, Harry menyarankan pengiriman reaktor fusi hingga kedalaman sekitar 6.500 km di dalam atmosfer Jupiter untuk memproduksi energi, yang kemudian harus dipancarkan kembali ke Bumi melalui sinar laser.
Selanjutnya, untuk menjauhkan Bumi dari Matahari yang sedang menghancurkan dirinya, Harry berpendapat bahwa kita bisa mengarahkan sebuah asteroid agar melintas di dekat permukaan Bumi sebanyak sejuta kali, yang mana efek ketapel gravitasinya akan secara bertahap mentransfer energi untuk memperlebar jarak orbit Bumi.
Memindahkan Bumi sejauh itu akan menghentikan aktivitas tektonik dan siklus nutrisi planet kita, sebuah masalah yang dibayangkan Harry dapat diatasi dengan memasukkan antimateri ke inti Bumi setiap harinya.
Melompat maju ke sekitar empat hingga lima miliar tahun kemudian, manusia yang masih tersisa harus memindahkan seluruh Tata Surya agar terhindar dari jalur kedatangan galaksi Andromeda, yang saat ini dalam lintasan tabrakan dengan Bima Sakti. Untuk melakukannya, ia menyarankan untuk menembakkan pancaran hidrogen tepat di atas atau di bawah kutub utara maupun selatan Matahari guna menghasilkan efek ketapel gravitasi.
Secara keseluruhan, usulan dari Harry ini akan memungkinkan manusia untuk tetap bertahan hidup tanpa harus menempuh jarak antarbintang yang akan membutuhkan energi sejuta kali lipat lebih besar atau tanpa perlu melakukan terraformasi di planet baru.
"Dengan membangun dan memelihara sistem pengamanan tersebut, selama 9,1 juta miliar tahun, kehidupan di Bumi akan terus menikmati kondisi geologi nyaman, keamanan, pergantian musim, keseharian, dan malam bertabur bintang hingga, dalam seratus triliun tahun, bintang terakhir memudar dan langit malam jadi gelap," jelas Harry.