4 mnt baca (633 kata)
| |
CYBER SECURITY 12 August 2026, 08:05 WIB

Survei Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Turun Hampir 20 Persen

Sumber Resmi: CNN Indonesia Tekno
DevNetCUK Tech Digest
Survei Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Turun Hampir 20 Persen
Survei Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Turun Hampir 20 Persen

Kementerian Kehutanan melaporkan penurunan populasi orangutan Sumatera 19,5% dalam 12 tahun.

Iklan Sponsor / Advertisement
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kehutanan mengumumkan hasil survei populasi terbaru orangutan Sumatera yang turun 19,5 persen tahun 2011-2023. Survey ini merupakan bagian dari Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) yang sudah lama ditunggu kalangan konservasi dan pecinta orangutan di seluruh dunia.

Hasil survey populasi ini diumumkan dalam Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi Orangutan di Medan, Sumatera Utara (18/05).

Hasil survei menunjukkan populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan tinggal 11.694 individu, turun 2.700 ekor dari survey 12 tahun sebelumnya. Sementara orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) saat ini tersisa sekitar 716 individu.

Menurut Kementerian Kehutanan, penurunan populasi dipengaruhi oleh berbagai tekanan yang masih berlangsung, terutama hilangnya dan terfragmentasinya habitat satwa, konflik antara manusia dan orangutan, serta berbagai ancaman lain yang mengurangi peluang satwa ini untuk berkembang biak secara alami.

Dikutip dari kanal publikasi resmi Kementerian Kehutanan di platform Instagram (@kemenhut), Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam sambutannya mengatakan seminar nasional ini merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola konservasi orangutan baik di dalam kawasan konservasi maupun di areal preservasi yang saat ini gagasannya tengah didorong pemerintah.

"Orangutan Sumatra dan orangutan Tapanuli merupakan satwa endemik kebanggaan bangsa Indonesia. Yang kita tahu bahwa statusnya sekarang kritis atau critically endangered ini harus menjadi perhatian serius kita bersama bahwa satwa orangutan ini bukan hanya kekayaan sumberdaya alam tetapi mereka adalah indikator dari kesehatan ekosistem hutan," kata Rohmat.

Indonesia dan sebagian Malaysia menjadi benteng terakhir keberadaan tiga spesies orangutan dunia; orangutan Sumatera, Tapanuli dan orangutan Kalimantan. Kerusakan habitat dan faktor perburuan menjadi ancaman kritis terhadap kelanjutan satwa langka ini karena kemampuan reproduksinya sangat lambat.

Orangutan betina umumnya hanya melahirkan satu anak setiap tujuh hingga sembilan tahun, yang berarti berkurangnya seekor saja individu satwa usia dewasa sudah dapat berdampak besar terhadap kelangsungan populasi.

Pemerintah selanjutnya akan menyusun Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) 2026 sebagai dasar ilmiah pembaruan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) orangutan.

Prioritas konservasi yang mendesak

Dede Aulia Rahman, peneliti IPB University dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, menyebut kondisi tersebut harus diperlakukan sebagai keadaan darurat konservasi.

Menurutnya, kehilangan habitat masih menjadi ancaman utama terhadap kelangsungan hidup orangutan. Penelitian menunjukkan sekitar 76 persen variasi perubahan populasi antar-metapopulasi dipengaruhi oleh hilangnya hutan.

Selama periode 2011-2023, sekitar 94.399 hektare hutan di wilayah sebaran orangutan hilang akibat ekspansi perkebunan, pembangunan infrastruktur, pertambangan, hingga perambahan ilegal.

Namun, ia menegaskan bahwa hilangnya habitat bukan satu-satunya penyebab penurunan populasi. Pembunuhan akibat konflik manusia-orangutan, perburuan, perdagangan ilegal, hingga fragmentasi habitat juga memberikan tekanan yang sangat besar.

Iklan Sponsor / Advertisement

"Karena itu, menurut saya, tidak tepat jika kita mempertentangkan kehilangan habitat dengan pembunuhan atau konflik seolah-olah keduanya merupakan ancaman yang terpisah. Keduanya saling memperkuat," kata Dede dalam keterangannya.

"Kehilangan habitat dan fragmentasi mendorong orangutan memasuki kebun dan permukiman, kemudian meningkatkan konflik, penangkapan, dan pembunuhan," ujar dia menambahkan.

Ia mengingatkan, apabila kehilangan habitat, fragmentasi hutan, dan kematian akibat aktivitas manusia terus berlangsung, risiko kepunahan lokal akan semakin meningkat, terutama pada metapopulasi kecil dan orangutan Tapanuli.

Karena itu, menurutnya, upaya konservasi harus dilakukan secara terpadu dengan menghentikan kehilangan habitat penting, menjaga dan memulihkan koridor ekologis, menekan kematian orangutan akibat aktivitas manusia, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan lembaga konservasi.

"Dengan langkah tersebut, peluang mempertahankan populasi orangutan Sumatra masih terbuka," paparnya.


Atribusi Sumber & Rujukan Editorial:

Artikel DevNetCUK ini disadur dan diberi konteks berdasarkan materi publikasi dari CNN Indonesia Tekno. Atribusi dan tautan asli dipertahankan untuk memudahkan pembaca memverifikasi informasi langsung ke sumbernya.

Baca Versi Asli di CNN Indonesia Tekno →

Tinjauan Redaksi — DevNetCUK

BUKAN ISI BERITA ASLI  |  Sumber asli: CNN Indonesia Tekno

Survei Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Turun Hampir 20 Persen. — Dari sisi infrastruktur, kami menyarankan tim IT untuk segera memetakan aset kritis yang relevan dengan topik ini, memastikan patch level terkini, enable logging penuh pada perimeter security (firewall/SIEM), dan menjalankan uji runbook tanggap darurat (Incident Response tabletop) setidaknya satu kali per kuartal.

Iklan Sponsor / Advertisement

Bagikan Artikel Ini

Bagikan wawasan teknologi infrastruktur IT ini kepada tim & rekan kerja Anda.

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita →
Tak Cuma SketchUp, Revano Satria Andalkan Apple Books untuk Garap Desain
TEKNOLOGI & IT

Tak Cuma SketchUp, Revano Satria Andalkan Apple Books untuk Garap Desain

Revano Satria, arsitek dan desainer, memanfaatkan aplikasi digital, termasuk Apple Books, untuk mengelola proyek dari sketsa hingga desain 3D.

Baca Selengkapnya →
Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia
INDUSTRI IT

Petaka El Nino Makin Parah, Ilmuwan Peringatkan Dampaknya di Indonesia

Fenomena El Nino 2026 diprediksi makin parah, dengan suhu permukaan laut mencapai 2,6°C di atas normal. Siap selengkapnya!

Baca Selengkapnya →
Jadwal dan Link Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus
TEKNOLOGI & IT

Jadwal dan Link Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus

Jika menonton gerhana Matahari total melalui live streaming, kita akan mendapatkan sudut pandang yang tidak selalu bisa didapatkan oleh pengamat di lokasi.

Baca Selengkapnya →