
Jakarta, CNBC Indonesia - Angka penjualan fantastis dicatatkan oleh ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop. Sepanjang semester I-2026, hampir 700 juta produk lokal berhasil diserap pasar, melompat hingga 51% dibandingkan periode sebelumnya.
Lonjakan penjualan yang masif ini menjadi bukti nyata keberhasilan kampanye Beli Lokal dalam mendongkrak daya saing serta jangkauan pasar para pelaku UMKM di era digital.
Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengungkapkan bahwa kunci dari lonjakan angka penjualan ini adalah kemudahan akses bagi konsumen untuk menemukan produk-produk dalam negeri.
"Ketika produk lokal semakin mudah ditemukan, peluang untuk bertumbuh dan mencetak penjualan tinggi pun menjadi semakin besar," ujar Stephanie dalam Perayaan Kolaborasi Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Tak hanya memecahkan rekor penjualan produk lokal, jumlah pelaku usaha yang bergabung dalam gerakan Beli Lokal juga meroket lebih dari 50% pada semester I-2026. Keberhasilan ini didorong oleh integrasi konten kreatif, video pendek, hingga fitur live shopping yang terbukti ampuh menggaet calon pembeli.
Pasar Digital Capai Rp278 Triliun, Produk Lokal Jadi Tuan Rumah
Capaian penjualan ratusan juta produk lokal tersebut selaras dengan besarnya potensi pasar digital Indonesia. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mencatat bahwa total transaksi belanja masyarakat di platform digital menembus Rp278 triliun pada kuartal II-2026 atau melonjak 30% dari kuartal sebelumnya.
Dengan penetrasi pengguna internet yang sudah mencapai 78% dari total populasi, Temmy mengapresiasi Tokopedia-TikTok Shop yang berhasil mengarahkan potensi kue ekonomi digital yang masif tersebut ke kantong para pengusaha lokal.
"Ini potensi luar biasa. Bayangkan kalau semua teman-teman UKM bisa mendapatkan porsi ini dalam bisnisnya. Dukungan afirmatif Tokopedia dan TikTok Shop terbukti berhasil meyakinkan masyarakat bahwa produk lokal sama bagusnya dengan produk luar negeri," tegas Temmy.
Bukan Cuma Jualan, UMKM Diajak 'Naik Kelas'
Dampak dari laris manisnya penjualan produk lokal ini juga menyasar pada pembenahan internal UMKM. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, menekankan bahwa tingginya angka transaksi harus diimbangi dengan pengelolaan usaha yang profesional.
Melalui program pendampingan, pelatihan legalitas, hingga akses pembiayaan yang diberikan platform, para pedagang lokal didorong untuk tidak sekadar mengejar omzet, tetapi juga merapikan tata kelola usahanya.
"Hampir 5 ribu pelaku usaha, kreator, dan afiliator telah mengikuti pelatihan kapabilitas. Dari yang tadinya pencatatan omzetnya tidak rapi, sekarang jadi teratur. Langkah-langkah konkrit inilah yang benar-benar membuat UMKM kita naik kelas secara ekonomi," pungkas Leontinus.
[Gambas:Video CNBC]