MIKROTIK LEVEL: INTERMEDIATE 👁️ 1 views

Panduan Manajemen Bandwidth MikroTik: Queue Tree, Hierarki HTB & Pembagian Rata Dinamis PCQ

✍️ DevNetCUK MTCWE Network Specialist 📅 06 Aug 2026
Panduan Manajemen Bandwidth MikroTik: Queue Tree, Hierarki HTB & Pembagian Rata Dinamis PCQ
📌 Ringkasan Tutorial: Tutorial lengkap QoS MikroTik RouterOS. Menguasai Mangle packet marking, algoritma PCQ (Per Connection Queue), penyusunan HTB Parent-Child, serta optimasi penanganan Bufferbloat.

GLOSARIUM & KAMUS SINGKATAN TEKNIS QOS MIKROTIK

  • QoS (Quality of Service): Metode pengelolaan kapasitas lebar pita data untuk memprioritaskan paket aplikasi kritis (VoIP, Zoom, e-Banking) di atas trafik sekunder (YouTube, Torrent).
  • HTB (Hierarchical Token Bucket): Algoritma antrean berjenjang (Parent-Child) yang memungkinkan alokasi sisa kapasitas bandwidth yang tidak terpakai dikembalikan ke induk antrean untuk dipinjamkan ke segmen lain.
  • PCQ (Per Connection Queue): Algoritma pembagi rata bandwidth dinamis secara otomatis kepada puluhan/ratusan user aktif tanpa perlu membuat antrean manual per IP.
  • Mangle Firewall: Fasilitas pelabelan paket dan koneksi data sebelum diproses oleh algoritma Queue Tree.
  • CIR (Committed Information Rate / Limit At): Jatah bandwidth minimal yang dijamin pasti didapatkan oleh user dalam kondisi jaringan padat.
  • MIR (Maximum Information Rate / Max Limit): Jatah bandwidth maksimal yang boleh dicapai user jika sisa bandwidth induk masih tersedia.
  • Bufferbloat: Lonjakan latency parah akibat penumpukan buffer data berlebih di memori router saat jaringan mengalami overload.
  • Passthrough: Parameter firewall mangle penentu apakah paket data melanjutkan pencarian ke baris Mangle berikutnya (`yes`) atau langsung berhenti di baris tersebut (`no`).
  • Priority: Skala prioritas pengolahan antrean HTB dari angka 1 (tertinggi) hingga 8 (terendah).
  • Queue Tree: Fitur antrean satu arah berbasis hierarki di MikroTik yang diproses di tabel Global / Interface fisik.

1. Skenario Industri & Topologi Jaringan Perusahaan

Dalam jaringan perkantoran dengan 100 karyawan dan total pasokan bandwidth Dedicated 50 Mbps dari ISP, tim timbul masalah ketika sebagian user mengunduh berkas besar atau menonton video 4K, menyebabkan panggilan video conference Direksi mengalami patah-patah (*lag/jitter*).

Solusi arsitektur yang akan kita bangun:

  • Total Bandwidth ISP: 50 Mbps Download / 50 Mbps Upload.
  • Alokasi VIP (Direksi & Server Utama): Minimum 10 Mbps (CIR) / Maksimum 20 Mbps (MIR) dengan Prioritas 1.
  • Alokasi Karyawan Biasa (100 PC): Minimum 30 Mbps (CIR) / Maksimum 40 Mbps (MIR) dengan Prioritas 4 (Dibagi rata secara dinamis menggunakan PCQ 2 Mbps per user).
  • Alokasi Wi-Fi Guest / Tamu: Minimum 5 Mbps (CIR) / Maksimum 10 Mbps (MIR) dengan Prioritas 8 (Prioritas Terendah).

2. Alur Kerja Mangle: Mengapa Wajib Connection Mark Dulu Baru Packet Mark?

Kesalahan fatal yang sering dilakukan admin pemula adalah melakukan mark-packet secara langsung pada seluruh aliran data tanpa mark-connection terlebih dahulu. Alasan teknis mengapa wajib melalui 2 tahap:

  1. Efisiensi CPU Utilization: Pemeriksaan parameter header paket (IP asal, IP tujuan, Port, Protocol) membutuhkan daya pemrosesan CPU yang sangat tinggi. Dengan mark-connection, router hanya memeriksa parameter header pada **paket pertama (SYN)** dalam sebuah sesi stream data.
  2. Seluruh paket lanjutan berikutnya yang termasuk dalam sesi koneksi tersebut secara otomatis diberi label `CONN_MARK` oleh state table router tanpa perlu diperiksa ulang parameter header-nya.
  3. Baris Mangle kedua cukup melakukan mark-packet dengan mencocokkan label `connection-mark`. Hal ini menghemat beban pemrosesan CPU router hingga 70%.

3. Konfigurasi Langkah-demi-Langkah (Step-by-Step Implementation)

Tahap 1: Pelabelan Mangle Firewall pada MikroTik RouterOS

Buka konsol CLI MikroTik dan jalankan perintah pelabelan Mangle berikut:

# 1. Bypass Traffic Lokal (Prevent Local Routing Loop)
/ip firewall mangle
add chain=prerouting dst-address=192.168.0.0/16 action=accept comment="Bypass Traffic Antar LAN Lokal"

# 2. Mark Connection & Mark Packet untuk Segmen VIP (Direksi)
add chain=forward src-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=CONN_VIP passthrough=yes comment="Mark Conn VIP"
add chain=forward connection-mark=CONN_VIP action=mark-packet new-packet-mark=PKT_VIP_DOWN passthrough=no comment="Mark Packet VIP Down"

# 3. Mark Connection & Mark Packet untuk Segmen Staff Karyawan
add chain=forward src-address=192.168.20.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=CONN_STAFF passthrough=yes comment="Mark Conn Staff"
add chain=forward connection-mark=CONN_STAFF action=mark-packet new-packet-mark=PKT_STAFF_DOWN passthrough=no comment="Mark Packet Staff Down"

# 4. Mark Connection & Mark Packet untuk Segmen Wi-Fi Guest
add chain=forward src-address=192.168.30.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=CONN_GUEST passthrough=yes comment="Mark Conn Guest"
add chain=forward connection-mark=CONN_GUEST action=mark-packet new-packet-mark=PKT_GUEST_DOWN passthrough=no comment="Mark Packet Guest Down"

Tahap 2: Pembuatan Queue Type PCQ (Per Connection Queue)

Buat jenis antrean PCQ yang akan membagi jatah bandwidth secara otomatis per user IP:

/queue type
add name="PCQ_DOWNLOAD_STAFF" kind=pcq pcq-rate=2M pcq-classifier=dst-address pcq-limit=50KiB pcq-total-limit=2000KiB
add name="PCQ_DOWNLOAD_GUEST" kind=pcq pcq-rate=512k pcq-classifier=dst-address pcq-limit=50KiB pcq-total-limit=1000KiB

Tahap 3: Menyusun Pohon Antrean Hierarki HTB Queue Tree

/queue tree
# Induk Antrean Utama (Total Pasokan Bandwidth ISP)
add name="TOTAL_DOWNLOAD" parent=global max-limit=50M comment="Induk Utam Bandwidth Download 50M"

# Anak Antrean Segmen VIP (Prioritas 1)
add name="1_VIP_DIREKSI" parent=TOTAL_DOWNLOAD packet-mark=PKT_VIP_DOWN limit-at=10M max-limit=20M priority=1 queue=default

# Anak Antrean Segmen Staff (Prioritas 4 dengan PCQ Pembagi Rata)
add name="2_STAFF_KARYAWAN" parent=TOTAL_DOWNLOAD packet-mark=PKT_STAFF_DOWN limit-at=30M max-limit=40M priority=4 queue=PCQ_DOWNLOAD_STAFF

# Anak Antrean Segmen Guest (Prioritas 8)
add name="3_GUEST_WIFI" parent=TOTAL_DOWNLOAD packet-mark=PKT_GUEST_DOWN limit-at=5M max-limit=10M priority=8 queue=PCQ_DOWNLOAD_GUEST

4. Penjelasan Detail Fungsi Parameter CLI Perintah MikroTik

  • passthrough=yes: Memberitahu router agar setelah memberi tanda connection mark pada paket pertama, paket tersebut tetap diproses ke baris mangle di bawahnya untuk diberi packet mark.
  • passthrough=no: Menghentikan pencarian aturan Mangle di bawahnya setelah paket mendapatkan `new-packet-mark`, menghemat siklus pemrosesan CPU.
  • pcq-rate=2M: Membatasi setiap satu IP host aktif maksimal hanya bisa mengunduh sebesar 2 Mbps meskipun sisa bandwidth total masih melimpah.
  • pcq-classifier=dst-address: Parameter wajib untuk traffic download. Router mengelompokkan sub-stream antrean berdasarkan alamat IP Tujuan (komputer klien).
  • limit-at=30M (CIR): Jatah garansi minimal 30 Mbps yang dijamin selalu tersedia untuk segmen Staff jika seluruh segmen sibuk bersamaan.
  • max-limit=50M (MIR): Batas maksimal bandwidth yang boleh dipinjam dari parent jika segmen lain sedang kosong.
  • priority=1 vs priority=8: Saat batas 50M tercapai, router akan memenuhi jatah alokasi `limit-at` milik antrean priority 1 (VIP) terlebih dahulu sebelum membagikan sisa byte ke priority 8 (Guest).

5. Verifikasi & Perintah Pengujian Status Antrean (CLI Diagnostics)

Untuk memverifikasi keaktifan antrean dan memantau trafik real-time dari konsol SSH/Terminal MikroTik:

# 1. Menampilkan Statistik Trafik Real-Time Queue Tree:
/queue tree print stats

# 2. Menampilkan Jumlah Paket yang Berhasil Diberi Label Mangle:
/ip firewall mangle print stats

# 3. Menampilkan Sub-Stream IP Aktif di Dalam PCQ:
/queue type print

6. Matriks Troubleshooting & Masalah Operasional Lapangan

Gejala Masalah (Symptom)Akar Penyebab (Root Cause)Tindakan Remediasi & Solusi
Antrean Queue Tree tetap 0 bps (Trafik tidak masuk).Kesalahan nama `packet-mark` pada Queue Tree atau `passthrough=no` di baris Mangle pertama.Cek ulang ejaan nama packet-mark dan pastikan `passthrough=yes` pada baris `mark-connection`.
CPU MikroTik mendadak 100% setelah Queue Tree aktif.Admin melakukan `mark-packet` langsung pada ribuan aliran data tanpa `mark-connection`.Ubah aturan Mangle menggunakan metode 2 tahap (`mark-connection` lalu `mark-packet`).
Transfer file antar komputer kantor menjadi sangat lambat (2 Mbps).Trafik lokal antar subnet terkena aturan Mangle dan dibatasi oleh PCQ.Tambahkan aturan `action=accept` untuk subnet lokal di baris paling atas Mangle.
Game online dan Zoom Call mengalami spike ping tinggi (Bufferbloat).Ukuran buffer queue default (50KiB) terlalu besar menampung paket terisi penuh.Ganti jenis queue ke CoDel / FQ-CoDel atau turunkan `pcq-limit=15KiB`.

💻 Skrip Konfigurasi & Command CLI

# Marking Mangle & Queue Tree PCQ MikroTik RouterOS:
/ip firewall mangle
add chain=prerouting dst-address=192.168.0.0/16 action=accept comment="Bypass Traffic Lokal"
add chain=forward src-address=192.168.10.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=CONN_VIP passthrough=yes
add chain=forward connection-mark=CONN_VIP action=mark-packet new-packet-mark=PKT_VIP_DOWN passthrough=no

add chain=forward src-address=192.168.20.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=CONN_STAFF passthrough=yes
add chain=forward connection-mark=CONN_STAFF action=mark-packet new-packet-mark=PKT_STAFF_DOWN passthrough=no

/queue type
add name="PCQ_DOWNLOAD_STAFF" kind=pcq pcq-rate=2M pcq-classifier=dst-address

/queue tree
add name="TOTAL_DOWNLOAD" parent=global max-limit=50M
add name="1_VIP_DIREKSI" parent=TOTAL_DOWNLOAD packet-mark=PKT_VIP_DOWN limit-at=10M max-limit=20M priority=1 queue=default
add name="2_STAFF_KARYAWAN" parent=TOTAL_DOWNLOAD packet-mark=PKT_STAFF_DOWN limit-at=30M max-limit=40M priority=4 queue=PCQ_DOWNLOAD_STAFF

Ingin Jasa Setting Jaringan Professional?

Tim Engineer DevNetCUK siap membantu penggelaran jaringan & data center perusahaan Anda.

💬 Hubungi Tim Engineer