Home / Tutorial Network / mikrotik / Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway
MIKROTIK LEVEL: ADVANCED 2 min read Lab 120-150 menit 352 views

Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway

DevNetCUK Senior Network Architect • 04 Nov 2026 • 6 Bagian Materi Terstruktur
Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway
Executive Summary Panduan implementasi dual WAN MikroTik menggunakan PCC dan recursive gateway, lengkap dengan route mark, sticky session, NAT per uplink, dan uji failover real.

Tested & Verified On

MikroTik RouterOS v7.14

Prerequisites

Dua koneksi ISP aktif dengan gateway masing-masing tersedia. Router sudah menjadi gateway utama LAN. Daftar aplikasi yang perlu bypass PCC sudah ditentukan.

01
Bagian 1 dari 6

Overview & Tujuan Belajar

Anchor
Fokus Pembahasan: Ringkasan materi, target belajar, dan hasil akhir yang harus dicapai.

Ringkasan Tutorial

Panduan implementasi dual WAN MikroTik menggunakan PCC dan recursive gateway, lengkap dengan route mark, sticky session, NAT per uplink, dan uji failover real.

Tujuan Belajar

  • Memahami cara kerja PCC untuk koneksi baru.
  • Menggunakan recursive gateway untuk health-check internet nyata.
  • Menguji dual WAN dengan simulasi link down.

Hasil Akhir yang Diharapkan

Setelah menyelesaikan seluruh modul, peserta diharapkan mampu mengulang implementasi ini secara mandiri, memahami alasan desainnya, dan melakukan verifikasi hasil di lapangan tanpa hanya menyalin konfigurasi.

Target Belajar Spesifik

  • Memahami cara kerja PCC untuk koneksi baru.
  • Menggunakan recursive gateway untuk health-check internet nyata.
  • Menguji dual WAN dengan simulasi link down.

Topologi Lab & Skenario

  • ISP1 pada ether1 dan ISP2 pada ether2.
  • LAN user berada di bridge-lan.
  • Target recursive menggunakan host internet publik yang stabil.
02
Bagian 2 dari 6

Glosarium Istilah & Singkatan

Anchor
Fokus Pembahasan: Penjelasan istilah teknis dan singkatan agar pembelajaran lebih ramah untuk pemula.

Kenapa Glosarium Ini Penting

Materi Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway memuat cukup banyak istilah teknis dan singkatan. Modul ini disediakan agar pembaca awam tidak tersendat saat menjumpai istilah yang sering dipakai engineer jaringan, server, storage, dan security.

Cara Menggunakan Modul Ini

  1. Baca istilah yang belum Anda pahami sebelum lanjut ke implementasi.
  2. Kembali ke glosarium ketika menemukan singkatan baru di langkah konfigurasi.
  3. Gunakan definisi ini sebagai pijakan awal, lalu cocokkan dengan output perangkat yang Anda pakai.

Istilah Penting yang Perlu Dipahami

13 istilah

IP Address

Internet Protocol Address
1

Alamat logis yang diberikan ke perangkat agar dapat saling berkomunikasi di jaringan.

Gateway

2

Perangkat atau alamat tujuan pertama yang dipakai host untuk keluar dari subnet lokalnya.

Subnet

3

Bagian jaringan yang dibatasi oleh subnet mask agar segmentasi alamat lebih rapi dan efisien.

Latency

4

Waktu tempuh paket dari sumber ke tujuan. Latency tinggi biasanya terasa sebagai koneksi lambat atau jeda.

Failover

5

Perpindahan layanan atau trafik ke jalur cadangan saat jalur utama gagal.

Throughput

6

Jumlah data yang benar-benar berhasil dikirim dalam satuan waktu tertentu.

RouterOS

7

Sistem operasi jaringan milik MikroTik yang menjalankan fungsi routing, firewall, queue, VPN, dan fitur jaringan lainnya.

WinBox

8

Aplikasi manajemen grafis MikroTik untuk konfigurasi router.

Mangle

9

Fitur penandaan paket atau koneksi pada MikroTik untuk kebutuhan routing policy, QoS, dan klasifikasi trafik.

PCC

Per Connection Classifier
10

Metode load balancing MikroTik yang membagi koneksi ke beberapa uplink berdasarkan hash tertentu.

SED

Stream Editor
11

Utilitas pemrosesan dan substitusi teks berbasis baris pada terminal Linux.

RIP

Routing Information Protocol
12

Protokol routing distance-vector berukuran kecil yang menggunakan jumlah hop count sebagai metrik.

AH

Authentication Header
13

Protokol bagian IPSec yang mengamankan integritas dan otentikasi asal paket IP tanpa mengenkripsi isi payload.

03
Bagian 3 dari 6

Persiapan Lab & Topologi

Anchor
Fokus Pembahasan: Perangkat, versi, prasyarat, dan skenario lab yang perlu disiapkan sebelum implementasi.

Versi Perangkat & Platform Uji

MikroTik RouterOS v7.14

Estimasi Waktu Praktik

120-150 menit

Prasyarat Sebelum Memulai

  • Dua koneksi ISP aktif dengan gateway masing-masing tersedia.
  • Router sudah menjadi gateway utama LAN.
  • Daftar aplikasi yang perlu bypass PCC sudah ditentukan.

Topologi Lab & Skenario Praktik

  • ISP1 pada ether1 dan ISP2 pada ether2.
  • LAN user berada di bridge-lan.
  • Target recursive menggunakan host internet publik yang stabil.

Paket Simulasi Lab Terverifikasi

File pendukung praktikum: topologi simulasi, file konfigurasi awal, dan panduan latihan mandiri.

Unduh Paket Lab
04
Bagian 4 dari 6

Implementasi Bertahap

Anchor
Fokus Pembahasan: Langkah konfigurasi dan tindakan lapangan yang dilakukan dari awal sampai siap diuji.

Kasus Lapangan & Sasaran Implementasi

Kantor memakai dua ISP untuk ketersediaan dan kapasitas, tetapi sesi HTTPS dan aplikasi sensitif tidak boleh sering pindah jalur. Router harus membagi koneksi baru dengan aman sekaligus mendeteksi ISP yang benar-benar down.

Target pembaca: Network engineer kantor atau retail multi-ISP yang ingin bandwidth gabungan sekaligus failover otomatis.

Hasil akhir yang harus dicapai: Router membagi koneksi antar ISP, mempertahankan sticky session, dan memindahkan trafik ketika salah satu link internet benar-benar mati.

Tahapan Implementasi Lapangan

  1. Bangun recursive route agar status link mengikuti reachability internet, bukan hanya modem.
  2. Tandai koneksi baru menggunakan PCC dan buat route mark per uplink.
  3. Selesaikan NAT per interface serta rule bypass untuk aplikasi sensitif.
  4. Lakukan uji sticky session dan failover dengan mematikan salah satu link.

Contoh Konfigurasi / Command Penting

/ip route
add dst-address=1.1.1.1/32 gateway=202.152.0.1 scope=10
add dst-address=8.8.8.8/32 gateway=103.28.0.1 scope=10
/ip firewall mangle
add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=isp1_conn
add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=isp2_conn

CLI Command & Script Konfigurasi Lengkap

/ip route
add dst-address=1.1.1.1/32 gateway=202.152.0.1 scope=10
add dst-address=8.8.8.8/32 gateway=103.28.0.1 scope=10
/ip firewall mangle
add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=isp1_conn
add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=isp2_conn
05
Bagian 5 dari 6

Verifikasi & Troubleshooting

Anchor
Fokus Pembahasan: Checklist hasil yang benar dan penanganan gangguan yang paling sering terjadi.

Hal yang Wajib Diverifikasi

  • Koneksi baru terbagi ke dua ISP sesuai classifier.
  • Route rekursif berubah status saat target monitor tidak reachable.
  • Trafik tetap keluar lewat ISP yang sehat saat salah satu link gagal.
  • Aplikasi sensitif yang dibypass tetap stabil.

Troubleshooting Paling Sering Muncul

  • Jika load balancing tidak membagi trafik, cek counter mangle dan classifier PCC.
  • Jika failover terlambat, audit target recursive dan check-gateway.
  • Jika situs tertentu sering logout, buat bypass ke satu ISP.

Checklist Verifikasi Hasil Lab

  • Koneksi baru terbagi ke dua ISP sesuai classifier.
  • Route rekursif berubah status saat target monitor tidak reachable.
  • Trafik tetap keluar lewat ISP yang sehat saat salah satu link gagal.
  • Aplikasi sensitif yang dibypass tetap stabil.
06
Bagian 6 dari 6

Keputusan Desain & Praktik Lapangan

Anchor
Fokus Pembahasan: Kapan desain dipakai, kesalahan umum, dan dokumen serah terima yang wajib disimpan.

Keputusan Desain yang Perlu Dipahami

  • PCC cocok untuk traffic umum seperti browsing kantor.
  • Sebagian aplikasi perlu dipaksa ke satu ISP.
  • Recursive route jauh lebih aman daripada ping gateway modem saja.

Kesalahan yang Sering Terjadi di Lapangan

  • Tidak membuat NAT terpisah per uplink.
  • Menguji health-check hanya ke gateway modem.
  • Membiarkan semua aplikasi ikut PCC tanpa evaluasi.

Artefak Serah Terima yang Harus Disimpan

  • Daftar target recursive dan rule PCC.
  • Hasil uji failover.
  • Catatan aplikasi yang dibypass.

Langkah Lanjut Setelah Praktik

Setelah modul ini selesai, ulangi implementasi tanpa melihat catatan langkah demi langkah, lalu dokumentasikan hasil verifikasi, kendala, dan perubahan desain. Cara ini membantu materi benar-benar berpindah dari sekadar dibaca menjadi keterampilan kerja.

Masukan & Komentar Pembaca (0)

Diskusi Komunitas
Kirim Masukan atau Pertanyaan

Bantu kami meningkatkan kualitas tutorial ini dengan memberikan masukan, koreksi, atau pertanyaan teknis Anda.

Belum ada masukan pembaca. Jadilah yang pertama memberikan masukan atau pertanyaan.