Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway
Tested & Verified On
MikroTik RouterOS v7.14
Prerequisites
Dua koneksi ISP aktif dengan gateway masing-masing tersedia. Router sudah menjadi gateway utama LAN. Daftar aplikasi yang perlu bypass PCC sudah ditentukan.
Overview & Tujuan Belajar
Ringkasan Tutorial
Panduan implementasi dual WAN MikroTik menggunakan PCC dan recursive gateway, lengkap dengan route mark, sticky session, NAT per uplink, dan uji failover real.
Tujuan Belajar
- Memahami cara kerja PCC untuk koneksi baru.
- Menggunakan recursive gateway untuk health-check internet nyata.
- Menguji dual WAN dengan simulasi link down.
Hasil Akhir yang Diharapkan
Setelah menyelesaikan seluruh modul, peserta diharapkan mampu mengulang implementasi ini secara mandiri, memahami alasan desainnya, dan melakukan verifikasi hasil di lapangan tanpa hanya menyalin konfigurasi.
Target Belajar Spesifik
- Memahami cara kerja PCC untuk koneksi baru.
- Menggunakan recursive gateway untuk health-check internet nyata.
- Menguji dual WAN dengan simulasi link down.
Topologi Lab & Skenario
- ISP1 pada ether1 dan ISP2 pada ether2.
- LAN user berada di bridge-lan.
- Target recursive menggunakan host internet publik yang stabil.
Glosarium Istilah & Singkatan
Kenapa Glosarium Ini Penting
Materi Panduan MikroTik Dual WAN Load Balancing PCC & Auto Failover Recursive Gateway memuat cukup banyak istilah teknis dan singkatan. Modul ini disediakan agar pembaca awam tidak tersendat saat menjumpai istilah yang sering dipakai engineer jaringan, server, storage, dan security.
Cara Menggunakan Modul Ini
- Baca istilah yang belum Anda pahami sebelum lanjut ke implementasi.
- Kembali ke glosarium ketika menemukan singkatan baru di langkah konfigurasi.
- Gunakan definisi ini sebagai pijakan awal, lalu cocokkan dengan output perangkat yang Anda pakai.
Istilah Penting yang Perlu Dipahami
13 istilahIP Address
Alamat logis yang diberikan ke perangkat agar dapat saling berkomunikasi di jaringan.
Gateway
Perangkat atau alamat tujuan pertama yang dipakai host untuk keluar dari subnet lokalnya.
Subnet
Bagian jaringan yang dibatasi oleh subnet mask agar segmentasi alamat lebih rapi dan efisien.
Latency
Waktu tempuh paket dari sumber ke tujuan. Latency tinggi biasanya terasa sebagai koneksi lambat atau jeda.
Failover
Perpindahan layanan atau trafik ke jalur cadangan saat jalur utama gagal.
Throughput
Jumlah data yang benar-benar berhasil dikirim dalam satuan waktu tertentu.
RouterOS
Sistem operasi jaringan milik MikroTik yang menjalankan fungsi routing, firewall, queue, VPN, dan fitur jaringan lainnya.
WinBox
Aplikasi manajemen grafis MikroTik untuk konfigurasi router.
Mangle
Fitur penandaan paket atau koneksi pada MikroTik untuk kebutuhan routing policy, QoS, dan klasifikasi trafik.
PCC
Metode load balancing MikroTik yang membagi koneksi ke beberapa uplink berdasarkan hash tertentu.
SED
Utilitas pemrosesan dan substitusi teks berbasis baris pada terminal Linux.
RIP
Protokol routing distance-vector berukuran kecil yang menggunakan jumlah hop count sebagai metrik.
AH
Protokol bagian IPSec yang mengamankan integritas dan otentikasi asal paket IP tanpa mengenkripsi isi payload.
Persiapan Lab & Topologi
Versi Perangkat & Platform Uji
MikroTik RouterOS v7.14
Estimasi Waktu Praktik
120-150 menit
Prasyarat Sebelum Memulai
- Dua koneksi ISP aktif dengan gateway masing-masing tersedia.
- Router sudah menjadi gateway utama LAN.
- Daftar aplikasi yang perlu bypass PCC sudah ditentukan.
Topologi Lab & Skenario Praktik
- ISP1 pada ether1 dan ISP2 pada ether2.
- LAN user berada di bridge-lan.
- Target recursive menggunakan host internet publik yang stabil.
Paket Simulasi Lab Terverifikasi
File pendukung praktikum: topologi simulasi, file konfigurasi awal, dan panduan latihan mandiri.
Implementasi Bertahap
Kasus Lapangan & Sasaran Implementasi
Kantor memakai dua ISP untuk ketersediaan dan kapasitas, tetapi sesi HTTPS dan aplikasi sensitif tidak boleh sering pindah jalur. Router harus membagi koneksi baru dengan aman sekaligus mendeteksi ISP yang benar-benar down.
Target pembaca: Network engineer kantor atau retail multi-ISP yang ingin bandwidth gabungan sekaligus failover otomatis.
Hasil akhir yang harus dicapai: Router membagi koneksi antar ISP, mempertahankan sticky session, dan memindahkan trafik ketika salah satu link internet benar-benar mati.
Tahapan Implementasi Lapangan
- Bangun recursive route agar status link mengikuti reachability internet, bukan hanya modem.
- Tandai koneksi baru menggunakan PCC dan buat route mark per uplink.
- Selesaikan NAT per interface serta rule bypass untuk aplikasi sensitif.
- Lakukan uji sticky session dan failover dengan mematikan salah satu link.
Contoh Konfigurasi / Command Penting
/ip route
add dst-address=1.1.1.1/32 gateway=202.152.0.1 scope=10
add dst-address=8.8.8.8/32 gateway=103.28.0.1 scope=10
/ip firewall mangle
add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=isp1_conn
add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=isp2_conn
CLI Command & Script Konfigurasi Lengkap
/ip route add dst-address=1.1.1.1/32 gateway=202.152.0.1 scope=10 add dst-address=8.8.8.8/32 gateway=103.28.0.1 scope=10 /ip firewall mangle add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=isp1_conn add chain=prerouting per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=isp2_conn
Verifikasi & Troubleshooting
Hal yang Wajib Diverifikasi
- Koneksi baru terbagi ke dua ISP sesuai classifier.
- Route rekursif berubah status saat target monitor tidak reachable.
- Trafik tetap keluar lewat ISP yang sehat saat salah satu link gagal.
- Aplikasi sensitif yang dibypass tetap stabil.
Troubleshooting Paling Sering Muncul
- Jika load balancing tidak membagi trafik, cek counter mangle dan classifier PCC.
- Jika failover terlambat, audit target recursive dan check-gateway.
- Jika situs tertentu sering logout, buat bypass ke satu ISP.
Checklist Verifikasi Hasil Lab
- Koneksi baru terbagi ke dua ISP sesuai classifier.
- Route rekursif berubah status saat target monitor tidak reachable.
- Trafik tetap keluar lewat ISP yang sehat saat salah satu link gagal.
- Aplikasi sensitif yang dibypass tetap stabil.
Keputusan Desain & Praktik Lapangan
Keputusan Desain yang Perlu Dipahami
- PCC cocok untuk traffic umum seperti browsing kantor.
- Sebagian aplikasi perlu dipaksa ke satu ISP.
- Recursive route jauh lebih aman daripada ping gateway modem saja.
Kesalahan yang Sering Terjadi di Lapangan
- Tidak membuat NAT terpisah per uplink.
- Menguji health-check hanya ke gateway modem.
- Membiarkan semua aplikasi ikut PCC tanpa evaluasi.
Artefak Serah Terima yang Harus Disimpan
- Daftar target recursive dan rule PCC.
- Hasil uji failover.
- Catatan aplikasi yang dibypass.
Langkah Lanjut Setelah Praktik
Setelah modul ini selesai, ulangi implementasi tanpa melihat catatan langkah demi langkah, lalu dokumentasikan hasil verifikasi, kendala, dan perubahan desain. Cara ini membantu materi benar-benar berpindah dari sekadar dibaca menjadi keterampilan kerja.